LANGIT7.ID-, Jakarta- - Infeksi Shigella telah dilaporkan terjadi di kalangan tentara Israel (IDF) yang ditempatkan di ‘Israel’ selatan dan Jalur Gaza. Hal ini dilaporkan media Israel, Yedioth Ahronoth.
"Kami mendiagnosis infeksi bakteri Shigella yang menyebabkan disentri, penyakit sangat berbahaya yang menyebar di kalangan pejuang di Gaza, kata Kepala Unit Penyakit Menular di Rumah Sakit Universitas Assuta Ashdod, Tal Brosh.
*Lalu, apa itu Shigella?*
Mengutip halodoc, infeksi Shigella atau Shigellosis merupakan infeksi bakteri yang menyerang saluran pencernaan. Infeksi ini terjadi saat bakteri masuk ke dalam tubuh melalui kontak langsung dengan feses.
Selain itu, infeksi shigella juga terjadi melalui makanan maupun minuman yang telah terkontaminasi. Infeksi Shigella disebabkan oleh bakteri yang termasuk dalam kelompok Shigella, seperti bakteri Shigella dysenteriae, Shigella sonnei, dan Shigella flexneri.
Bakteri jenis ini tergolong sangat infeksius. Artinya, meski dalam jumlah kecil, bakteri tersebut sudah dapat menyebabkan munculnya gejala pada manusia.
Setelah masuk melalui mulut, bakteri Shigella akan memperbanyak diri di bagian usus kecil dan menyebar ke usus besar. Bakteri Shigella dapat mengeluarkan racun yang mengakibatkan terjadinya kerusakan sel di bagian usus dan peradangan.
Kondisi inilah yang mengakibatkan munculnya gejala berupa kram dan diare parah, bahkan diare bisa terjadi antara 10 hingga 30 kali dalam sehari.
*Penyebab Shigella*
Penyebab infeksi shigella atau Shigellosis adalah bakteri Shigella yang masuk ke dalam mulut secara tidak sengaja. Hal ini dapat terjadi karena beberapa kondisi berikut:
Menyentuh mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah berkontak langsung dengan permukaan atau benda yang terinfeksi bakteri Shigella, misalnya popok anak yang mengidap shigellosis atau benda yang disentuh oleh pengidap infeksi Shigella.
2. Mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi bakteri Shigella, misalnya makanan yang tidak higienis atau dibuat dari bahan yang telah terkontaminasi oleh kotoran manusia.
3. Mengonsumsi air yang telah terkontaminasi bakteri Shigella, misalnya berenang di air yang telah tercemari oleh pengidap infeksi Shigella dan tidak sengaja menelan airnya.
4. Melakukan hubungan seks secara oral yang mengakibatkan mulut bersentuhan dengan anus atau area di sekitar anus.
(ori)