Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 16 April 2024
home masjid detail berita

Makna Kimia Kebahagiaan dalam Islam, dari Mengenal Diri hingga Akhirat

Muhajirin Kamis, 21 Desember 2023 - 23:45 WIB
Makna Kimia Kebahagiaan dalam Islam, dari Mengenal Diri hingga Akhirat
ilustrasi
skyscraper (Desktop - langit7.id)
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Peneliti di Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (Insists), Henri Shalahuddin, menjelaskan, Islam memiliki konsep kebahagiaan yang kompleks. Hal ini sudah dijelaskan Imam Al-Ghazali dalam Kitab Kimiya’ al-Sa’adah (kimia kebahagiaan).

Kimiya’ al-Sa’adah berarti partikel-partikel dalam diri manusia yg di-manage utuk mencapai kebahagian atau transmutes base metals into gold. Ada beberapa aspek kebahagiaan dicapai dengan empat cara yakni mengenal diri, mengenal Allah, mengenal hakikat dunia, dan mengenal hakikat akhirat.

“Kimia Kebahagiaan tercapai melalui proses takhalli (mengosongkan) dan tahalli (menghiasi), yaitu mendidik jiwa dengan cara menjauhi keburukan dan mensucikannya darinya (mengosongkan diri dari keburukan), menggapai keutamaan dan menghiasi jiwa dengannya (amal kebajikan),” kata Henri dalam kajian Insists, dikutip Kamis (21/12/2023).

Untuk mengenali diri, Henri memberikan monolog. Di antaranya, Anda itu sejenis apa? Anda ke tempat ini dari mana? untuk apa Anda dicipta? dengan apa Anda bahagia? dan karena apa Anda sengsara?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa membantu manusia untuk mengenal diri sendiri.

Selain itu, dalam diri manusia ada empat partikel dan memiliki corak kebahagiaan. Pertama, sifat kebinatangan artinya berbahagia dengan terpenuhinya kebutuhan makan, minum, tidur dan seks.

Kedua, sifat binatang buas, yakni berbahagia karena bisa memukul dan membunuh. Ketiga, sifat iblis, yakni berbahagia dengan cara melakukan makar, kriminal dan tipu muslihat.

“Keempat, sifat malaikat, berbahagia karena merasakan indahnya kehadiran Allah dalam hidupnya. Hal ini dicapai dengan mengenali asal usul dan hakekat diri,” kata Henri.

Seseorang harus mengenali Substansi diri dengan Ilmu. Kalbu sanubari itu adalah kunci untuk mengenali Allah. Menurut Henri, siapa saja yang sudah hilang kemauan untuk mencapai Ilmu, maka dia ibarat orang yang habis selera untuk memakan makanan yg baik; atau seperti orang yg lebih suka makan tanah daripada makan roti.

“Maka inti kebahagiaan hakiki adalah hakekat spiritual yang kekal, keyakinan pada hal-hal mutlak tentang hakikat alam, identitas diri dan tujuan hidup. Kesemuanya itu berawal dari ilmu dan bermuara pd mahabbatullah,” ujar Henri.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 16 April 2024
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan