LANGIT7.ID, Jakarta - Produktivitas karyawan di perusahaan tempat mereka bekerja dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah suasana kerja. Bahkan, suasana kerja yang nyaman dapat mempengaruhi produktivitas karyawan semakin baik dan meningkat.
Dilansir daya.id, hasil survei
Best Practice Institute, dari
Harvard Business Review, sebanyak 94 persen responden mengalami peningkatan produktivitas kerja 2-4 kali lipat jika mencintai tempat mereka bekerja. Sehingga, dapat disimpulkan produktivitas kerja karyawan tidak hanya karena alasan gaji yang mereka terima setiap bulannya, tapi juga suasana kerja yang nyaman.
Untuk itu, penting bagi perusahaan mengetahui hal apa saja yang dapat menghadirkan kenyamanan dalam suasana kerja sehingga bisa meningkatkan produktivitas karyawan. Berikut ini beberapa faktor yang dapat mempengaruhi karyawan untuk mencintai dan menumbuhkan kesetiaan terhadap perusahaan, termasuk meningkatkan produktivitas pekerjaan.
Rekan KerjaMenjalin hubungan dengan sesama karyawan bisa dibilang dapat menciptakan harmonisasi di lingkungan kantor. Terlebih jika mendapatkan salah satu rekan kerja yang menyenangkan.
Baca juga: Ini Strategi Pemasaran untuk Pengaruhi Psikologi PembeliMelalui rekan kerja yang dapat dipercaya, diharapkan setiap karyawan bisa saling mendukung satu sama lain. Sehingga dapat mendukung dalam hal menyelesaikan pekerjaan atau pun masalah yang ada.
Selain itu, untuk membangun kenyamanan dalam bekerja, setiap karyawan perlu memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan rekan kerja. Dari hasil survei yang dilakukan Lee Hecht Harrison, sebanyak 45 persen responden tidak menyukai rekan kerja yang banyak bicara.
Lee mengatakan, obrolan santai tanpa direncanakan antar sesama rekan kerja juga dapat memberikan inspirasi dalam mendatangkan ide baru, membangun kepercayaan, dan meningkatkan produktivitas.
"Yang perlu diingat, terlalu banyak bicara justru akan membuat rekan kerja terganggu," ujar Lee.
Saling Hormat dan Menghargai Rasa saling menghormati dan menghargai antar sesama rekan kerja menjadi salah satu bentuk etika kerja yang baik. Hal ini juga yang menjadi salah satu harapan dari karyawan, di mana bisa saling menghormati pendapat dan menghargai perbedaan.
Karyawan mengharapkan bekerja di lingkungan di mana mereka merasa dihargai, dipercaya dan didengarkan.
Baca juga: Tips Jualan Laku Keras di Pemasaran DigitalPenelitian yang dilakukan
Harvard Business Review, Amerika Serikat, terkait fasilitas karyawan dan apresiasi perusahaan yang dilakukan terhadap 20 ribu karyawan di seluruh dunia, menunjukkan, karyawan yang mendapatkan apresiasi dari atasan 1,1 kali lebih tahan bekerja di sebuah perusahaan ketimbang mereka yang kurang diapresiasi.
Beban Pekerjaan Tugas dan pekerjaan karyawan yang disesuaikan dengan kemampuan dan kapasitas mereka, diyakini dapat membuat karyawan lebih produktif dan mencintai pekerjaannya. Beban pekerjaan yang terlalu berat, justru tidak menjadikan karyawan semakin berkembang, melainkan dapat menyebabkan kelelahan secara fisik dan memberi dampak psikologis.
Seseorang bisa menjadi bersikap dingin, ketus, bahkan sering marah kepada anak buah maupun rekan kerja, diakibatkan oleh beban kerja yang terlalu berat. Oleh karena itu, sebaiknya memberikan pekerjaan yang seimbang dengan fasilitas, pendapatan dan tanggung jawab akan membuat karyawan lebih produktif.
Kepercayaan PenuhKaryawan yang merasa dipercaya dan didukung tanpa pengawasan yang berlebihan, secara statistik menunjukkan mereka merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam bekerja. Mengawasi karyawan serta mengatur semua gerak-geriknya dapat membuat karyawan sulit berprestasi, bahkan membuat mereka membenci pekerjaan dan atasannya.
Otomatis hal ini akan menjadi kendala rumit untuk mencapai sebuah produktivitas. Untuk itu, pemangku kepentingan yang dalam struktur organisasi berada di atas karyawan perlu membangun kepercayaan kepada seluruh karyawannya.
Baca juga: Tips Mendapatkan Tim Ahli di Bidang Digital MarketingSelain itu, membebaskan mereka bekerja dengan target capaian yang telah ditetapkan, tanpa perlu mengatur dan mengawasi hingga ke hal yang kecil sekali pun. Melalui hal itu, diharapkan karyawan memiliki rasa bangga tersendiri atas capaian dalam pekerjaan mereka.
Sehingga mereka akan merasa cukup diandalkan oleh perusahaan, daripada harus membuat mereka seperti sebuah robot yang diatur dan diperintah sedemikian rupa.
Keseimbangan Kerja dan Hidup KaryawanSaat ini, sudah banyak perusahaan yang menawarkan jam kerja fleksibel. Dengan maksud memberikan kesempatan bagi karyawan melakukan kegiatan di luar kantor.
Kesempatan untuk mendapatkan keseimbangan kehidupan pribadi dan pekerjaan merupakan sebuah bentuk kepedulian perusahaan kepada karyawannya. Serta menunjukkan rasa tidak egois dengan memaksa karyawan untuk bekerja lebih lama setiap harinya.
Beberapa hal yang bisa diterapkan perusahaan untuk menciptakan keseimbangan kerja dan hidup karyawan, di antaranya memberikan hak cuti tanpa diganggu oleh pekerjaan. Atau pun kebijakan
work from home, juga bekerja sama dengan
merchant tertentu untuk diskon karyawan, dan lainnya.
(zul)