LANGIT7.ID, Jakarta - Kekhawatiran terbesar banyak orang setelah divaksin Covid-19 adalah efek sampingnya. Menurut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia, Prof. Dr. dr. Zubairi Djoerban hal tersebut masih wajar.
Tapi menurutnya, perlu dicermati berapa lama efek tersebut bertahan dan bagaimana jika pasca vaksin seseorang menggigil, sakit kepala atau muncul ruam bintik-bintik merah di kulit.
"Harus dipahami dulu. Efek samping pasca vaksin adalah normal. Itu tanda vaksinnya 'nendang' dan sistem kekebalan tubuh Anda melakukan tugasnya. Dia itu sedang membangun perlindungan terhadap virus," kata Prof Zubairi melalui akun Twitternya, dikutip Jumat (3/9/2021).
Namun, kata Prof Zubairi, amat normal juga untuk tidak mendapatkan efek samping sama sekali atau hanya efek ringan.
"Seperti saya, ketika divaksin Moderna. Saya demam setengah jam setelah disuntik. Tapi ada juga memang yang demam tiga hari dan lengan bekas suntikannya bengkak. Ada," ungkapnya.
Ukurannya, kata Prof Zubairi, selama kita masih bisa berkegiatan pasca vaksin atau setelah tiga hari demam, hal itu normal atau umum. Termasuk sakit kepala, merasa lelah, panas dingin, menggigil, mual dan bengkak di tempat suntikan. Menurutnya, semua itu masih normal.
Hal yang perlu diperhatikan adalah, jika pasca vaksin mengalami sakit kepala parah lebih dari tiga hari, sakit perut parah, bintik-bintik merah kecil di bawah kulit, atau sesak napas.
"Anda harus konsultasi dengan petugas medis. Apalagi jika ada anafilaksis (reaksi alergi) atau sampai pingsan. Segera konsultasi," kata Prof Zubairi.
Itulah mengapa, kata Prof Zubairi, kondisi seseorang harus diamati selama seperempat jam pasca vaksin. Dan setelah divaksin, ada baiknya juga minum parasetamol setiap delapan jam selama 24 jam.
(jqf)