LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendorong Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk menciptakan terobosan baru dalam bekerja. Apalagi, pandemi Covid-19 saat ini tidak memiliki kepastian kapan akan berakhir.
Wamenkeu Suahasil Nazara, mengatakan pihaknya ingin memastikan perbankan bisa menjalani fungsi intermediasinya. Artinya perbankan bisa mengumpulkan dana pihak ketiga kemudian menyalurkannya ke dalam bentuk kredit kepada dunia usaha supaya bisa terus bergerak.
“Kalau kita lihat ke sektor keuangan kita, terobosan baru yang ingin kita lakukan adalah tentu memastikan bahwa dunia perbankan kita bisa menjalankan kembali fungsi intermediasinya, yang memang merupakan tugas dari perbankan,” tegasnya pada Dialog Bisnis “JAMINAH: Solusi Perbankan untuk Mendukung Pelaku Usaha Korporasi Terdampak Covid-19," Kamis (2/9).
Baca juga: Ekonomi Kembali Tumbuh, Industri Peleburan Baja Sambung Kembali 35 Juta VA dari PLNNazara menyebutkan, intermediasi itu perlu dilakukan, sebab di situasi pandemi mobilitas masyarakat mengalami penurunan, sehingga berdampa pada dunia usaha. Untuk itu, lanjut dia, LPEI yang dibentuk khusus oleh undang-undang harus bisa menjadi mesin penggeraknya.
Salah satunya melalui program Penjaminan Pemerintah (Jaminah) yang merupakan program yang didesain dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui penjaminan atas kredit perbankan kepada pelaku usaha korporasi yang terdampak Covid-19. Risiko kredit atas pemberian kredit dari perbankan kepada pelaku usaha ditanggung oleh pemerintah.
Baca juga: Kesulitan Akses Pasar, BUM Desa Harus Ambil Peran Pemasaran Lada BelitungLPEI diharapkan dapat menjadi instrumen untuk melakukan pemberian kredit, khususnya kepada pelaku usaha yang memiliki dampak ekspor atau impor. Sehingga bisa mendorong perbaikan current account defisit, mendorong ekspor, dan mengurangi impor.
“Saya yakin LPEI, dunia usaha, dan juga perbankan bisa bekerja sama dan mendorong kegiatan ekonomi kita kedepan secara ajeg menuju baseline. Juga menciptakan baseline baru, dengan gaya bekerja baru. Mungkin ruang kerja masa depan kita juga akan cukup menantang dengan hidup bersama virus ini,” imbuhnya.
(zul)