Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Budidaya Jambu Kristal Muslim Ini Berdayakan Emak-emak di Purworejo

mahmuda attar hussein Ahad, 05 September 2021 - 13:30 WIB
Budidaya Jambu Kristal Muslim Ini Berdayakan Emak-emak di Purworejo
Jambu kristal yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Foto: Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Purworejo - Jambu kristal memiliki manfaat menjaga kesehatan hingga meredakan flu. Buah seukuran kepalan tangan orang dewasa yang berwarna hijau ini juga kian diminati, karena memiliki rasa yang lebih manis dan menimbulkan kesegaran bagi yang memakannya.

Jambu kristal ini juga memiliki nilai ekonomi yang cukup baik di pasaran sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dari para petani.

Itu yang menjadikan Suyanto, petani jambu kristal asal Purworejo, Jawa Tengah, tertarik untuk menanam pohon jambu kristal di lahan seluas 80 hektar. Melalui kebun jambunya, Suyanto dapat memberdayakan warga sekitar, khususnya emak-emak untuk turut membantunya dalam merawat pohon jambu kristal hingga bisa dipanen.

“Jadi warga, khususnya ibu-ibu di sini kita berdayakan juga dengan turut membantu kegiatan seperti pemupukan, pembungkusan bakal buah dan pembersihan lahan. Sehingga mereka diusahakan tidak ada yang menganggur, kita berbagi manfaat dan mengajak mereka untuk turut andil dalam kegiatan di lahan,” ujarnya dikanal Youtube CapCapung.

Baca juga: Youtuber Muslimah Woro Widowati Tetap Produktif di Era Pandemi

Suyanto menjelaskan, sebelum menanam jambu kristal, lahan yang digunakanmya itu digunakan untuk tanaman palawija, khususnya jagung, cabai, kacang tanah, dan lainnya. Kini telah berinovasi dan mengalami perubahan untuk tanaman jambu kristal.

Keunggulan jambu kristal, untuk sekali tanam bisa berbuah selama bertahun-tahun. Ia mengaku, mulai melakukan penanaman jambu kristal sejak 2016.

Suyanto juga tidak mengalami kesulitan dalam proses penanaman dan perawatan pohon jambu kristal ini. Pasalnya, latar belakang sebagai petani membuat ia paham betul untuk menyesuaikan perlakuan kepada beberapa jenis tanaman yang ada.

“Sejak proses penanaman bibit, biasanya kita lanjutkan dengan melakukan pemupukan. Kini mayoritas petani di sini pun sudah sekitar 70 persen ikut menanam jambu kristal,” ujarnya.

Perawatan Jambu Kristal

Mulai dari penanaman hingga panen jambu kristal, memakan waktu selama delapan bulan. Selain itu, jambu kristal juga dikenal tidak memiliki musim panen tertentu, dengan perawatan yang baik pohon jambu kristal akan berbuah dengan baik pula.

Budidaya jambu kristal ini, perlu memperhatikan jarak tanam agar tidak mempengaruhi pertumbuhan pohon. Juga diikuti dengan perawatan selanjutnya, mulai dari pemupukan, pengairan, dan pemangkasan.

Sementara pembungkusan buah dengan plastik, dilakukan sebagai upaya untuk melindungi bakal buah dari hama, dan menjaga kualitas buah. Pembungkusan ini pun dilakukan sejak bakal buah seukuran biji kelereng.

“Kalau tidak dibungkus, kemungkinan kualitas buat akan rendah. Bahkan dikhawatirkan bakal buah akan rusak karena hama,” ungkapnya.

Sementara untuk pengairan di lahan jambunya masih menggunakan sistem manual. Sumber air diambil dari sumur bor yang nantinya akan digunakan untuk pengairan.

Adapun untuk pemangkasan pohon, secara umum dilakukan dengan dua cara. Pertama, dilakukan pemangkasan kepada pohon ketika berbuah, atau pun bisa dilakukan ketika pasca buah.

“Tujuannya untuk merangsang tunas baru, mengatur ketinggian, dan masuknya sinar matahari yang lebih ke jaringan pohon,” jelasnya.

Suyanto mengaku, kendala yang selama ini dialaminya adalah banyaknya hama buah yang terkadang merusak buah jambu kristal hingga bisa menyebabkan kerugian. Untuk itu, ia menanggulanginya dengan menunggakan pestisida yang telah direkomendasikan oleh Dinas Pertanian setempat.

Keuntungan dari Panen Jambu Kristal Tanwiedji dan Wisata Agrobisnis

Jambu kristal yang ditanam Suyanto ini tergolong ke dalam varietas jambu tanwiedji, yang artinya jambu tanpa biji. Keunggulan dari jambu ini memiliki rasa yang lebih manis, dan sensasi segar ketika dimakan.

Di lahan seluas 80 hektar itu, Suyanto menanam pohon jambu kristal tanwiedji, dengan pohon yang sudah siap panen seluas 30 hektar. Untuk proses panen, dilakukan dalam waktu dua kali seminggu.

“Dari hasil panen jambu kristal ini mampu membantu meningkatkan ekonomi warga sekitar. Kita memang meraih penghasilan per minggu dari panen buah ini. Selain itu, kawasan pertanian kami juga sudah menjadi bagian agrowisata untuk bisa dikunjungi wisatawan,” jelasnya.

Dari kegiatan agrowisata, lanjut Suyanto, pengunjung akan dikenakan tarif tiket masuk sebesar Rp10 ribu. Nantinya, pengunjung bisa makan gratis hasil panen di sini sepuasnya.

“Kalau untuk oleh-oleh wisatawan kita hitung sesuai dengan timbangan dan per kilogramnya disesuaikan dengan harga pasaran saat hari itu juga, yang rata-ratanya Rp11 ribu,” jelasnya.

Baca juga: Interisti Ini Sikat Peluang Sablon Kaos, Ekspor ke Luar Negeri

Sementara untuk pemasaran, secara umum akan dikirimkan ke luar daerah, di wilayah Jabodetabek, Bandung, dan daerah lainnya. Termasuk eceran para pelapak yang dilakukan di pinggir jalan sekitar.

Suyanto berharap, perkebunannya bisa berkembang semakin luas. Serta mendapat dukungan dari berbagai pihak, sehingga banyak wisatawan yang semakin tertarik untuk mengunjungi kawasan agrowisata kebun jambu kristal ini.

Selain itu, ia berharap agar generasi penerus bisa memiliki perhatian lebih di sektor pertanian. Termasuk memperoleh hasil yang memiliki nilai ekonomis dari potensi di sektor pertanian.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)