LANGIT7.ID, Tokyo - Lebih dari 1,6 juta dosis vaksin Moderna akan ditarik di Jepang karena mengandung zat asing. Diduga zat asing yang dimaksud muncul akibat kontaminasi stainless steel atau baja tahan karat di beberapa botol kemasan vaksin.
Lantas, Moderna Inc dan mitra penjualan sekaligus distributor di Jepang, Takeda Pharmaceutical Co Ltd, memutuskan untuk menarik vaksin tersebut. Pihak Moderna mengklaim, kontaminasi stainless steel kemungkinan terjadi saat produksi.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Jepang mengumumkan pekan lalu bahwa vaksin Moderna tidak digunakan karena telah terkontaminasi. Kementerian kemudian mengumumkan bahwa penggunaan sekitar 1,6 juta dosis vaksin Moderna yang diproduksi di Spanyol ditangguhkan sebagai tindakan pencegahan.
Takeda menyatakan, sebagai tindakan pencegahan demi keamanan, vaksin yang dihasilkan dari jalur produksi yang sama di Spanyol juga akan ditangguhkan di Jepang. Masalah kontaminasi tersebut sebelumnya menjadi sorotan setelah dua warga Jepang meninggal setelah menerima suntikan vaksin Moderna, yang diyakini terkontaminasi partikel logam.
"Stainless steel secara rutin digunakan pada katup jantung, penggantian sendi dan jahitan logam dan staples. Dengan demikian, tidak diharapkan bahwa injeksi partikel yang diidentifikasi dalam batch di Jepang ini akan mengakibatkan peningkatan risiko medis," kata Takeda dan Moderna, seperti dikutip Reuters.
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”