LANGIT7.ID-, Bahrain- - Pada pertemuan puncak yang berfokus pada serangan mematikan Israel di Jalur Gaza, Liga Arab telah meminta PBB untuk menempatkan pasukan penjaga perdamaian di wilayah penduduk Palestina.
Pertemuan para kepala negara dan pemerintahan Arab ini diadakan di Bahrain pada Selasa. Pertemuan ini merespon aksi lebih dari tujuh bulan setelah serangan Israel yang meluas di wilayah Gaza.
“Deklarasi Manama” yang dikeluarkan oleh blok beranggotakan 22 negara tersebut menyerukan “perlindungan internasional dan pasukan penjaga perdamaian PBB di wilayah pendudukan Palestina” sampai solusi dua negara terhadap konflik Israel-Palestina diterapkan.
Dalam pertemuan itu, mereka juga menyatakan bahwa "penghalang" Israel bertanggung jawab atas kegagalan perundingan gencatan senjata, dan mereka meminta bahwa pertempuran di Jalur Gaza segera diakhiri.
“Kami menekankan perlunya segera menghentikan agresi Israel terhadap Jalur Gaza, menarik pasukan pendudukan Israel dari seluruh wilayah Jalur Gaza [dan] mencabut pengepungan yang diberlakukan terhadapnya,” kata pernyataan itu.
Pernyataan itu juga menyalahkan Israel atas terus dilakukannya perang di wilayah Gaza.
“Kami mengutuk keras upaya Israel yang menghalangi upaya gencatan senjata di Jalur Gaza dan eskalasi militer yang terus berlanjut dengan memperluas agresinya terhadap kota Rafah di Palestina, meskipun ada peringatan internasional mengenai konsekuensi bencana kemanusiaan,” katanya.
Sementara itu, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, yang menjadi penengah antara Hamas dan Israel serta Qatar dan Amerika Serikat, juga mengatakan Israel menghindari upaya untuk mencapai gencatan senjata.
“Mereka yang berpikir bahwa solusi keamanan dan militer mampu mengamankan kepentingan atau mencapai keamanan adalah delusi,” kata el-Sisi pada pertemuan puncak tersebut.
Di kota Rafah di selatan Gaza, operasi darat Israel yang banyak dikritik sedang berlangsung. Lebih dari satu juta pengungsi Palestina mencari perlindungan di daerah tersebut, setelah mereka terpaksa meninggalkan rumah mereka di bagian lain Gaza yang menjadi sasaran pemboman intensif Israel sejak bulan Oktober. Sekitar 600.000 orang telah meninggalkan wilayah tersebut sejak Israel melancarkan serangannya awal bulan ini, menurut PBB.
Pernyataan Liga Arab juga menegaskan kembali seruan lama untuk solusi dua negara di sepanjang perbatasan Israel sebelum perang tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.
Deklarasi tersebut menyerukan “semua faksi Palestina untuk bergabung di bawah payung Organisasi Pembebasan Palestina (PLO),” yang didominasi oleh saingan politik Hamas, Fatah.
Liga Arab mengatakan mereka menganggap PLO sebagai “satu-satunya perwakilan sah rakyat Palestina”.
Sebagai informasi, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 35.272 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, dan pembatasan ketat Israel terhadap makanan, air, bahan bakar dan pasokan kemanusiaan telah menyebabkan kekurangan pangan yang parah dan ancaman kelaparan menyebar dari utara ke selatan.
(lam)