LANGIT7.ID-, Jakarta- - Al-Qur'an merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW yang memiliki banyak keutamaan, salah satunya sebagai obat. Hal ini merujuk pada sejumlah ayat Al-Qur'an yang memuat kata syifa yang memiliki arti penyembuh.
Al-Quran disebut sebagai penyembuh dijelaskan dalam sejumlah ayat, antara lain:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا ٨٢
"Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin, sedangkan bagi orang-orang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian" (Al-Isra'1: 82).
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
“Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Alquran) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS Yunus: 57)
وَلَوْ جَعَلْنٰهُ قُرْاٰنًا اَعْجَمِيًّا لَّقَالُوْا لَوْلَا فُصِّلَتْ اٰيٰتُهٗۗ ءَا۬عْجَمِيٌّ وَّعَرَبِيٌّۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هُدًى وَّشِفَاۤءٌۗ وَالَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ فِيْٓ اٰذَانِهِمْ وَقْرٌ وَّهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًىۗ اُولٰۤىِٕكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَّكَانٍ ۢ بَعِيْدٍࣖ ٤٤
Seandainya Kami menjadikannya (Al-Qur’an) bacaan dalam bahasa selain Arab, niscaya mereka akan mengatakan, “Mengapa ayat-ayatnya tidak dijelaskan (dengan bahasa yang kami pahami)?” Apakah patut (Al-Qur’an) dalam bahasa selain bahasa Arab, sedangkan (rasul adalah) orang Arab? Katakanlah (Nabi Muhammad), “Al-Qur’an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman, sedangkan orang-orang yang tidak beriman, pada telinga mereka ada penyumbat dan mereka buta terhadapnya (Al-Qur’an). Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.” (QS Fushilat: 44).
Baca juga:
Obesitas hingga Mager Penyebab Hipertensi di Usia MudaPenelitian Dosen Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unpad, Dr. Andri Abdurochman menyebutkan murottal atau bacaan Al-Qur'an memiliki tingkat relaksasi terbaik dan bermanfaat bagi perkembangan otak.
Dalam buku Keajaiban Murrotal Al Quran bagi Kesehatan (Yuniarsih L., 2017) disebutkan suara bacaan Al-Qur'an yang mengandung unsur suara manusia merupakan instrumen penyembuh, suara tersebut dapat menurunkan hormon stres, mengaktifkan hormon endorfin, meningkatkan rileks, mengalihkan rasa takut, cemas dan tegang.

Hal yang sama juga disimpulkan Syafei & Suryadi melalui penelitiannya, Pengaruh Pemberian Terapi Audio Murottal Qur’an Surat Ar-Rahman terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Pre-Operasi Katarak Senilis.
"Terapi dengan mendengarkan bacaan Al Qur’an murottal dengan tempo yang lambat serta harmonisasi dapat menurunkan hormon-hormon stres penyebab depresi, mengaktifkan hormone endorphin alami, meningkatakan relaksasi, dan dapat mengalihkan perhatian dari rasa takut, kecemasan dan ketegangan," katanya.
Fakta lain juga dibuktikan dari penelitian manfaat murotal oleh Khan (2003). Mengutip laman Kemenkes, Khan menyimpulkan bahwa murotal membawa pengaruh positif bagi pendengarnya dengan frekuensi 50Db.
Hasil penelitian tersebut juga diperkuat dengan riset panjang Dr. Al-Qadhi di klinik Florida Amerika Serikat mengenai efek murottal.
Al-Qadhi berhasil membuktikan hanya dengan mendengar ayat-ayat Al-Quran, seseorang dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar. Hasil peneletiannya menunjukkan 97 persen berpengaruh besar dalam menimbulkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Selain berkhasiat pada kesehatan psikis, terapi Al-Qur'an juga terbukti dapat menurunkan tingkat hipertensi pada ibu hamil.
Pada buku "
Bunga Rampai Kebidanan Komplementer", terapi non farmakologi mendengarkan murotal Al-Qur'an efektif menurunkan tekanan darah pada ibu hamil.
Seperti diketahui, hipertensi pada ibu hamil memiliki risiko tinggi menimbulkan komplikasi, baik pada ibu maupun janinnya.
Terapi murottal Al-qur’an tak membutuhkan biaya mahal dan juga waktu panjang dalam penyembuhan. Dengan terapi ini, selain bersifat menyembuhkan sekaligus akan meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri pada Allah SWT.
Wallahu a'lam bishawab.

(ori)