LANGIT7.ID-, Gaza- - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa Gaza tengah menghadapi ancaman kelaparan. PBB juga menyatakan jumlah bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza turun drastis, sekitar dua pertiga, sejak Israel melancarkan operasi militer di wilayah Rafah selatan pada awal bulan ini.
“Pasokan makanan dan bantuan lainnya yang masuk ke Gaza, yang sebelumnya sudah tidak memadai, semakin berkurang sejak 7 Mei 2024,” ujar Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
Rata-rata hanya 58 truk bantuan per hari yang mencapai Gaza dari tanggal 7 Mei 2024 hingga Selasa, jauh lebih sedikit dibandingkan rata-rata 176 truk per hari pada periode 1 April hingga 6 Mei 2024, penurunan sebesar 67 persen. Angka tersebut tidak termasuk kargo dan bahan bakar dari sektor swasta.
PBB telah lama menegaskan bahwa setidaknya 500 truk bantuan dan barang komersial harus memasuki Gaza setiap harinya.
Sejak perang antara Israel dan Hamas dimulai hampir delapan bulan lalu, bantuan untuk 2,3 juta warga Palestina di Gaza terutama masuk melalui dua penyeberangan di wilayah selatan, yaitu penyeberangan Rafah dari Mesir dan penyeberangan Kerem Shalom dari Israel.
Namun, pengiriman bantuan terganggu ketika Israel meningkatkan operasi militernya di Rafah untuk mengusir sisa-sisa pejuang Hamas. Mesir menutup penyeberangan Rafah karena pertimbangan keamanan bagi pekerja kemanusiaan, tetapi pada hari Jumat setuju untuk sementara mengirimkan bantuan dan bahan bakar yang sempat tertunda melalui penyeberangan Kerem Shalom.
OCHA menjelaskan pengiriman bantuan berkurang drastis karena adanya penutupan penyeberangan Rafah, kesulitan mengambil pasokan dari Kerem Shalom secara aman dan konsisten, serta pengiriman terbatas melalui titik masuk lainnya.
Sementara itu, Duta Besar Israel untuk PBB, Jonathan Miller, menegaskan bahwa Israel berperang melawan Hamas, bukan warga sipil Gaza. Dia menyatakan Israel berkomitmen untuk memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza dari semua kemungkinan jalur masuk. Meskipun ada tembakan roket Hamas di penyeberangan Kerem Shalom, penyeberangan itu tetap berfungsi dan truk bantuan terus masuk.
Sebagai informasi, pengiriman bantuan kemanusiaan di Gaza tidak hanya melalui darat, namun juga dari laut melalui kapal dari Siprus ke dermaga terapung buatan AS di Gaza yang telah dimulai pada 17 Mei 2024. Namun, Amerika Serikat mengumumkan pada Selasa bahwa dermaga itu untuk sementara dipindahkan setelah sebagian mengalami kerusakan.
OCHA mencatat bahwa tidak ada bantuan yang masuk ke Gaza dari dermaga tersebut pada hari Senin atau Selasa. Namun saat dermaga ini beroperasi, PBB mengangkut 137 truk bantuan dari dermaga setara dengan 900 metrik ton, menurut juru bicara Program Pangan Dunia PBB.
(lam)