Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Pesan Buya Yahya untuk Santri: Pesantren itu Taman Surga, Nikmatilah!

Muhajirin Selasa, 07 September 2021 - 06:58 WIB
Pesan Buya Yahya untuk Santri: Pesantren itu Taman Surga, Nikmatilah!
Buya Yahya menyambut santri baru Al Bahjah (foto: albahjah.or.id)
LANGIT7.ID, Jakarta - Siapa yang tak mendambakan surga? semua orang beriman pasti ingin masuk surga. Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa Buya Yahya), menyebut, di dunia sejatinya ada tempat-tempat yang disebut taman surga.

Dia menyebut salah satu tempat yang menjadi taman surga di dunia adalah pesantren. Sebab, pesantren adalah tempat ilmu-ilmu agama diajarkan. Ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Abu Dawud. Beliau bersabda:

“Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam satu rumah di antara rumah-rumah Allah Ta’ala (masjid), sembari membaca kitab Allah, saling mendaras (mengkaji) di antara mereka, melainkan turun ketenangan pada mereka, rahmat menyelimuti mereka, malaikat mengerubungi mereka dan mereka akan disebut Allah pada makhluk di sisi-Nya.”

Maka dari itu, siapa saja yang ingin ke taman surga saat berada di dunia, maka di antaranya menjadi santri di pondok pesantren. Di dalam pesantren, seorang santri bisa bersenang-senang dengan ilmu, tiap hari menikmati wahyu Allah dalam Al-Qur’an, setiap saat bibir basah dengan dzikir, dan malam hari bisa menikmati hubungan yang sangat intim dengan Allah Ta’ala.

“Yakini kalian berada dialam nikmat taman surga di dunia. Sungguh ini adalah tempat yang paling menghibur. Ini adalah taman surga, karena disebut oleh Rasulullah, dan kalian harus yakin,” kata Buya Yahya dalam tausiyahnya kepada para santri yang disiarkan langsung Al-Bahjah TV, Senin (6/9/2021).

Baca Juga: Biaya Bukan Kendala untuk Mondok di Al-Bahjah, Buya Yahya: Cukup Modal Semangat dan Kemandirian

Buya Yahya mengingatkan, tidak ada orang yang senang dikirim ke taman surga kecuali ahli surga. Maka para santri patut bersyukur atas nikmat besar itu. Jika ada perasaan gundah gulana, tak betah dengan berbagai aturan, maka hati harus diperiksa.

“Jika ada di antara kalian yang hatinya gundah, maka koreksi hatimu, jangan-jangan engkau bukan ahli taman surga, jangan sampai engkau termasuk orang yang jauh dari rahmat Allah,” ucap Buya Yahya.

Rasa rindu kepada orang tua adalah hal yang wajar. Semua anak akan merasakan hal itu. Namun setiap ilmu yang dipelajari di dalam pesantren turut menjadi catatan kebaikan untuk orang tua. Bukankah itu kenikmatan tiada tara.

Memang di pesantren tidak seperti kala berada di rumah. Tidak ada kasur empuk, makan pun seadanya, fasilitas pun terbatas. Namun sebenarnya, para santri di pesantren tengah digiring oleh Allah Ta’ala ke taman surga.

“Tidak semua orang direstui masuk pesantren, maka orang yang mampu menjadi santri adalah orang pilihan yang dipilih oleh Allah untuk berada di taman surga itu. Yakini kalian di pesantren adalah nikmat besar dari Allah. Kalian di pesantren mendapatkan dunia dan akhirat,” kata Buya Yahya.

Dia mengingatkan kondisi lingkungan di luar pesantren yang jauh dari rahmat Allah Ta’ala. Di mana zina jadi hal lumrah, aurat bukan barang berharga, dan maksiat sana-sini. Berbeda saat berada di pesantren shalat akan terjaga, zikir akan terjaga, dan akhlak kalian terjaga.

“Maka ketika bangun shalat malam, berdoa dan ungkapkan kegembiraan kalian kepada Allah sebagai bentuk rasa syukur,” ucap Buya Yahya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan