LANGIT7.ID-, Gaza- - Kantor media pemerintah Hamas menyatakan setidaknya 210 orang tewas dalam serangan Israel di kamp Gaza tengah pada Sabtu, yang mana lokasi ini menjadi tempat empat sandera Israel diselamatkan.
"Jumlah korban pembantaian yang dilakukan pendudukan Israel di kamp al-Nuseirat telah meningkat menjadi 210 syuhada dan lebih dari 400 luka-luka," kata kantor tersebut dalam sebuah pernyataan.
Sebelumnya, juru bicara militer Israel mengatakan operasi penyelamatan sandera terjadi tembak-menembak di jantung lingkungan permukiman, di mana ia mengatakan Hamas telah menyembunyikan sandera di antara warga Gaza di bawah penjagaan militan bersenjata.
Pasukan Israel membalas dengan tembakan, termasuk serangan udara, kata juru bicara tersebut, Laksamana Belakang Daniel Hagari. Satu prajurit pasukan khusus Israel tewas selama operasi itu, kata sebuah pernyataan polisi.
Keempat sandera itu semuanya diculik dari festival musik Nova selama serangan mematikan yang dilakukan kelompok militan Palestina Hamas ke kota dan desa Israel dekat Gaza pada 7 Oktober, serangan yang memicu perang di wilayah terkepung yang dikuasai Hamas itu.
![Hamas Klaim 210 Tewas di Kamp Al-Nuseirat Gaza Usai Israel Selamatkan Empat Sandera]()
Serangan Hamas tersebut menewaskan sekitar 1.200 orang, menurut otoritas Israel, dan pengeboman serta invasi Israel ke Gaza berikutnya telah menewaskan setidaknya 36.801 warga Palestina, menurut perhitungan terbaru oleh kementerian kesehatan di wilayah terkepung itu pada Sabtu.
Militan Palestina membawa sekitar 250 sandera kembali ke Gaza pada 7 Oktober. Kini tersisa 116 di Gaza, menurut perhitungan Israel, termasuk setidaknya 40 orang yang dinyatakan tewas oleh otoritas Israel.
Saluran televisi Israel News 12 menayangkan rekaman seseorang bernama Argamani yang dipertemukan kembali dengan ayahnya, tersenyum dan berpelukan.
Pemandangan yang berbeda terjadi kembali di Gaza, di mana pejabat kementerian kesehatan Palestina dan petugas medis setempat mengatakan serangan militer Israel di al-Nuseirat telah menewaskan puluhan orang termasuk perempuan dan anak-anak. Kementerian tidak menyebutkan berapa banyak dari korban tewas itu adalah kombatan (pejuang).
Adegan BerdarahRekaman media sosial yang belum dapat diverifikasi Reuters menunjukkan jasad bergelimpangan di jalanan berlumur darah.
"Seperti film horor tapi ini adalah pembantaian nyata. Drone dan pesawat tempur Israel menembak sembarangan sepanjang malam ke rumah-rumah warga dan mereka yang mencoba melarikan diri dari kawasan itu," kata Ziad, 45, seorang petugas paramedis dan warga al-Nuseirat, yang hanya menyebutkan nama depannya.
Pengeboman terpusat di sekitar pasar lokal dan Masjid Al-Awda, katanya kepada Reuters melalui aplikasi pesan.
![Hamas Klaim 210 Tewas di Kamp Al-Nuseirat Gaza Usai Israel Selamatkan Empat Sandera]()
"Untuk membebaskan empat orang Israel membunuh puluhan warga sipil tak berdosa," ujarnya.
Tim tanggap darurat berupaya membawa jenazah dan korban luka ke rumah sakit di kota terdekat Deir al-Balah tetapi masih banyak jasad yang bergelimpangan di jalanan, termasuk di sekitar kawasan pasar, kata Ziad dan warga lainnya.
Al-Nuseirat, sebuah kamp pengungsi Palestina bersejarah, telah mengalami pengeboman Israel yang berat selama perang ini dan juga telah terjadi pertempuran darat sengit di wilayah timurnya.
Perang Gaza tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda bahkan ketika sekutu utama Israel, Amerika Serikat, menekan untuk gencatan senjata dan kesepakatan untuk membebaskan sisa sandera yang ditahan Hamas di Gaza dengan menukar tahanan Palestina di Israel.
Perang ini telah mengguncang Timur Tengah secara luas, melibatkan pendukung utama Hamas, Iran dan aliransi bersenjata Hizbullah di Lebanon, yang diancam Israel akan memulai perang di perbatasan utara negara itu.
(lam)