Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 14 Januari 2026
home global news detail berita

Situasi Memanas di Gaza, Warga Sipil Terpaksa Mengungsi Lagi

nabil Kamis, 20 Juni 2024 - 06:44 WIB
Situasi Memanas di Gaza, Warga Sipil Terpaksa Mengungsi Lagi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Tank Israel didukung pesawat tempur dan drone lagi-lagi maju lebih jauh ke bagian barat kota Rafah, Jalur Gaza pada Rabu (20/6/2024), menewaskan delapan orang, menurut penduduk dan petugas medis Palestina.

Penduduk mengatakan tank-tank itu bergerak memasuki lima lingkungan setelah tengah malam. Penembakan dan tembakan artileri berat menghantam kemah pengungsi di daerah Al-Mawasi, lebih ke barat wilayah pesisir itu.

Setelah delapan bulan perang, tak ada tanda-tanda penurunan intensitas pertempuran. Upaya mediator internasional yang didukung Amerika Serikat gagal membujuk Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata.

Dua belas warga Palestina tewas dalam serangan Israel yang menghantam kelompok warga dan pedagang di selatan Jalur Gaza, kata sumber medis, Rabu (20/6/2024). Korban terkena serangan saat menunggu konvoi truk bantuan membawa barang melalui perlintasan Kerem Shalom di Jalan Salahuddin, timur laut Rafah.

Pasukan Israel telah meluluhkan sebagian besar Gaza dan menduduki sebagian besar wilayah Palestina. Namun, belum berhasil mencapai tujuan Israel membersihkan Hamas dan membebaskan sandera.

Petugas medis dan media Hamas mengatakan delapan warga Palestina tewas di Al-Mawasi. Banyak keluarga lari ke utara karena kepanikan. Mereka tidak mengidentifikasi korban tewas, dan militer Israel mengaku sedang menyelidiki laporan itu.

Warga mengatakan tentara Israel meledakkan beberapa rumah di Rafah barat yang sebelumnya menampung lebih dari separuh 2,3 juta penduduk Gaza. Bulan lalu, Israel memulai ofensif darat dan memaksa sebagian besar penduduk mengungsi ke utara.

Beberapa angka PBB dan Palestina memperkirakan warga yang tersisa di bawah 100.000 orang.

"Malam lain yang mengerikan di Rafah. Mereka membuka tembakan dari pesawat, drone, dan tank di area barat untuk menutupi invasi mereka," kata seorang warga Rafah yang meminta tidak disebutkan namanya.

"Peluru dan mortir mendarat di area Mawasi dekat tempat warga tidur, menewaskan dan melukai banyak orang," katanya.

Seorang komandan Israel dalam pengarahan kepada jurnalis militer di Rafah pada Selasa (19/6) menyebut dua lokasi lain - Shaboura dan Tel Al-Sultan - di mana tentara berencana melawan pejuang Hamas.

"Batalion Hamas di sana belum terlalu aus dan kami perlu membongkar mereka sepenuhnya. Kami memperkirakan sekitar sebulan lagi, dengan intensitas seperti ini," kata Kolonel Liron Batito, kepala Brigade Givati di Radio Angkatan Darat.

Militer Israel masih menguasai perbatasan antara Rafah dan Mesir. Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan perlintasan Rafah, satu-satunya akses bagi sebagian besar penduduk Gaza ke dunia luar, hancur, bangunan terbakar, dan tank Israel berjaga dengan bendera Israel berkibar di beberapa tempat.

Militer Israel menyatakan bantuan ke Gaza tidak terganggu kerusakan tersebut.

Lebih ke utara, Israel mengirim tank kembali ke lingkungan Zeitoun di Kota Gaza. Warga melaporkan tembakan tank dan serangan udara, tapi juga terdengar pertempuran dengan pejuang yang dipimpin Hamas.

Di pinggiran Kota Gaza lainnya, Sheikh Radwan, serangan udara Israel pada sebuah rumah menewaskan empat warga Palestina, termasuk seorang anak, kata petugas medis. Total 20 orang tewas di seluruh Gaza.

Sayap bersenjata Hamas dan Jihad Islam mengaku pejuang mereka melawan pasukan Israel dengan roket antitank dan bom mortir. Di beberapa area, mereka juga mengggunakan ranjau darat untuk menghadang pasukan.

Kemudian pada Rabu sore, pejuang Palestina menembakkan roket ke perlintasan Kerem Shalom di selatan Gaza, kata militer Israel.

Ofensif darat dan udara Israel dipicu oleh militan yang dipimpin Hamas yang menyerbu ke Israel selatan pada 7 Oktober, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang, menurut perhitungan Israel.

Serangan itu meninggalkan Gaza dalam puing-puing, menewaskan lebih dari 37.400 orang menurut otoritas kesehatan Palestina, dan membuat sebagian besar penduduk tunawisma dan terlantar.

Sejak gencatan senjata satu minggu pada November, upaya mengatur gencatan senjata berulang kali gagal. Hamas mendesak akhir perang dan penarikan pasukan Israel dari Gaza. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak mengakhiri perang sebelum Hamas dimusnahkan dan sandera dibebaskan.

Pada Rabu (20/6), Kantor HAM PBB menyatakan pasukan Israel mungkin berulang kali melanggar prinsip-prinsip fundamental hukum perang dan gagal membedakan warga sipil dan pejuang dalam kampanye mereka di Gaza.

Dalam laporan menilai enam serangan Israel yang menimbulkan banyak korban dan kehancuran infrastruktur sipil, Kantor HAM PBB menyatakan pasukan Israel "mungkin secara sistematis melanggar prinsip pembedaan, proporsionalitas, dan pencegahan dalam serangan".

Misi Permanen Israel untuk PBB di Jenewa menyebut analisis itu "cacat secara faktual, hukum, dan metodologis".

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 14 Januari 2026
Imsak
04:17
Shubuh
04:27
Dhuhur
12:05
Ashar
15:29
Maghrib
18:18
Isya
19:32
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan