LANGIT7.ID-, Jakarta- - Sedekah Bersama merupakan salah satu kegiatan sosial yang rutin satu bulan sekali dilakukan oleh jamaah Majelis Taklim Khoirotunnisa (MTK) di Bintaro, Tangerang Selatan.
Bisa dibayangkan dari namanya saja Sedekah Bersama, maka kegiatan ini terselenggara berkat donasi bersama para jamaah MTK untuk siapa pun yang membutuhkan.
Pendiri MTK salah satunya adalah Lia Yogiantoro mengungkapkan bagaimana Sedekah Bersama ini awalnya muncul.
“Awalnya kita pingin mengajak orang berbuat baik, insya Allah ada pahalanya buat kita yang mengajak ya. Pendanaan kegiatan Sedekah Bersama berasal dari uang infak keliling saat kajian, dan juga kami ajak yang lain untuk bersedekah juga,” ujar Lia saat ditemui di Bintaro, Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu.
Baca juga:
Ngeri, Ketua KPU Dipecat Karena Terbukti Berbuat AsusilaMenurut Lia, terkadang ada orang yang ingin bersedekah namun merasa malu lantaran ia merasa uang yang akan disedekahkan tidak dalam jumlah besar. Daripada akhirnya mengurungkan niat bersedekah maka lebih baik dikumpulkan menjadi satu.
Jadi harapannya dengan bersama-sama sedekah, dikumpulkan dan diserahkan pada yang membutuhkan terkesan lebih banyak dan lebih baik.
Sedekah Bersama yang sudah dilakukan sebelumnya yaitu dana yang terkumpul digunakan untuk belanja bersama anak-anak yatim, kemudian pembangunan masjid, dan yang baru saja dilakukan adalah hapus tato gratis untuk anak jalanan di Bogor, Jawa Barat.
Untuk hapus tato gratis ini MTK melalui Sedekah Bersama mendukung program “Dari Jalanan Menggapai Hidayah”, sebuah program dari gerakan My Hijrah My Adventure yang dipimpin oleh Dzulqarnain.
Melalui video yang diunggah di akun instagram MTK, Dzulqarnain menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari para jamaah Majelis Taklim Khoirotunnisa Jakarta dan Surabaya.
“Terima kasih para jamaah Majelis Taklim Khoirotunnisa Jakarta dan Surabaya telah mensupport kegiatan hapus tato. Alhamdulillah total terkumpul dana Rp 6.426.655. Semoga sedekah yang telah diberikan menjadi amal jariyah dan pahalanya terus mengalir pada seluruh donator. Semoga ini menjadi keberkahan dan jalan hidayah untuk kita semua,” ucap Dzulqarnain.
Ke depannya kegiatan Sedekah Bersama akan terus berlanjut dan tentu bersama dengan pihak yang berbeda. Sebab pada dasarnya kegiatan ini terbuka pada siapapun.
“Konsepnya terbuka (kerja sama) dengan siapa saja asal amanah, karena kita tidak selalu punya link kepada siapa yang membutuhkan. Jadi siapa yang kenal misal yayasan anak yatim, dan kita percaya, ya sudah kita jalani,” imbuh Lia.
Soal target sasaran sedekah sebenarnya ada dua kemungkinan Sedekah Bersama membuka peluang kerja sama, tambah Lia, yaitu ada yang datang minta bantuan atau ada yang dicari sendiri oleh pengurus MTK.
“Mereka bisa lihat di sosmed kita dan akhirnya mereka menghubungi kita untuk kerja sama. Biasanya seperti itu.”
(ori)