LANGIT7.ID-, Jakarta- - Setelah FBI menyebut bahwa terduga pelaku penembakan Donald Trump pada Sabtu lalu berasal dari Bethel Park, Pennsylvania, maka daerah di pinggiran kota kecil Pittsburgh itu pun menjadi ramai dan membuat warga terguncang.
Adalah seorang pemuda bernama Thomas Matthew Crooks (20), yang disebut oleh FBI sebagai terduga penembak Donald Trump saat kampanye. Penyelidik percaya bahwa Crooks, yang dipersenjatai dengan senapan semi-otomatis AR-15, melepaskan tembakan ke arah mantan presiden tersebut ketika dia sedang berpidato di depan orang banyak di Butler, Pennsylvania.
Atas insiden tersebut satu penonton tewas dan dua lainnya terluka.
Crooks yang sehari-hari diketahui sebagai pekerja dapur itu ditembak mati di tempat kejadian oleh penembak jitu Dinas Rahasia, seperti diungkapkan para pejabat.
Setelah mendengar penjelasan FBI di media massa, para tetangga mengaku terkejut. Mereka tidak menyangka sosok Crooks, pemuda pendiam, kini dituduh melakukan penembakan tersebut.
FBI hanya mengatakan bahwa Crooks adalah “subyek yang terlibat dalam upaya pembunuhan terhadap mantan presiden dan penyelidikan aktif sedang dilakukan.”
Baca juga:
Terduga Pelaku Penembakan Trump Tewas, FBI Gunakan DNA untuk InvestigasiSiapa sebenarnya Thomas Crooks?Melansir bbc.com, Selasa (16/7/2024), Thomas Crooks tidak membawa identitas diri, jadi penyelidik menggunakan DNA dan teknologi pengenalan wajah untuk mengidentifikasinya, ungkap FBI.
Dia berasal dari Bethel Park di Pennsylvania, sekitar 70 km (43 mil) dari lokasi percobaan pembunuhan, dan lulus pada tahun 2022 dari Sekolah Menengah Bethel Park dengan hadiah $500 (£385) untuk matematika dan sains, seperti ditulis surat kabar lokal.
Crooks bekerja di dapur panti jompo setempat yang tidak jauh dari rumahnya, di mana anggota staf mengatakan bahwa dia lulus pemeriksaan latar belakang dan tidak menyampaikan kekhawatiran.
Community College of Allegheny (CCAC) telah mengonfirmasi bahwa Crooks bersekolah di sekolah tersebut antara September 2021 dan Mei 2024. Ia lulus dengan gelar associate di bidang ilmu teknik.
Dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke BBC, pihak perguruan tinggi mencatat bahwa ia lulus “dengan penghargaan tinggi” dan bahwa peninjauan terhadap catatannya tidak menemukan adanya insiden disipliner, perilaku mahasiswa, atau terkait keamanan.
Sementara berdasarkan catatan pemilih di negara bagian menunjukkan bahwa dia terdaftar sebagai anggota Partai Republik, menurut media AS.
Crooks tercatat juga pernah menyumbangkan $15 kepada kelompok kampanye liberal ActBlue pada tahun 2021, menurut pengajuan sumbangan pemilu dan laporan berita.
Dikonfirmasi oleh BBC ke pihak klub menembak lokal, Clairton Sportsmen's Club, Crooks memiliki keanggotaan di klub tersebut. Setidaknya selama satu tahun.
Klub besar ini berbasis di selatan Pittsburgh dan merupakan salah satu fasilitas penembakan utama di wilayah tiga negara bagian Pennsylvania, Ohio, dan West Virginia. Hingga kini klub tersebut memiliki lebih dari 2.000 anggota.
Pemuda berusia 20 tahun itu diketahui memiliki beberapa jenis senjata, termasuk fasilitas senapan berkekuatan tinggi dengan target hingga jarak 171 meter.
Pemilik klub, Bill Sellitto, mengatakan kepada BBC bahwa penembakan itu adalah “hal yang sangat buruk”. Akses ke klub dikontrol dengan ketat, dengan hanya anggota yang diperbolehkan masuk ke dalam fasilitas yang luas tersebut.
“Jelas, klub sepenuhnya menegur tindakan kekerasan yang tidak masuk akal,” kata pengacara Robert S Bootay III, yang mewakili organisasi tersebut, kepada BBC.
Pejabat penegak hukum yakin senjata yang digunakan untuk menembak Donald Trump, senapan bergaya AR, dibeli oleh ayah Crooks, menurut penyelidik.
(ori)