LANGIT7.ID, Pasuruan - Dosen Institut Agama Islam Darullughah Wadda'wah (Dalwa) Bangil, Dr (Cand) Ahmad Kholili Hasib, mengatakan, bahasa Arab sebagai bahasa terbaik, sebab ia mampu menjaga makna. Sehingga secara turun temurun, lewat bahasa Arab, nilai baik bisa diwariskan. Itulah di antara hikmah Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab.
“Bahasa Arab memang sangat efektif sebagai media penyalur ide, gagasan dan pandangan hidup. Sebab bahasa Arab ini, dari segi gramatika, bentuk kalimatnya mengikuti sistem akar kata. Sistem ini mampu menangkis segala perubahan makna,” kata Kholili melalui akun facebook-nya, Kamis (9/9/2021).
Tidak ada satupun kata dasar yang mengandung paham dasar dalam Al-Qur’an yang berdiri sendiri tanpa penisbatan makna dengan kata lain yang serumpun. Namun, semua saling bernisbat mengikuti kedudukan dalam susunan makna peristilahan dasar, sehingga merujuk kepada kata dasar agung dan tunggal yang mengawal segala penumpang faham kepadanya.
“Hingga ini, bahasa Arab yang digunakan Nabi Saw dan generasi setelahnya, sama dengan bahasa Arab saat ini. Tidak ada perubahan kosakata dan gramatika. Justru gramatika bahasa Arab merujuk kepada al-Qur’an,” ucap Kholili.
“Maka di sinilah kekuatannya,” lanjut Kholili. Tidak seperti bahasa kitab suci agama lain, tata bahasa Arab saat ini sama dengan bahasa Arab ketika Al-Qur’an diturunkan. Bahasa kitab suci lain yang asli sudah lama ditinggalkan, hampir punah, dan strukturnya telah berubah.
Sementara hal itu tidak berlaku dalam bahasa Arab Al-Qur’an. Bahasa Arab memiliki sifat ilmiah yang kuat luar biasa. Maka, dahulu pada masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyah, bahasa Arab menjadi bahasa intelektual dunia dan bahasa ilmu pengetahuan.
“Anak-anak muda Eropa datang ke Baghdad dan ke Andalusia untuk belajar ilmu pengetahuan. Mereka merasa bangga bila mampu berbahasa Arab,” ucap Kholili.
(jqf)