LANGIT7.ID-, Jakarta- - Situasi politik Indonesia yang sempat memanas akibat rencana revisi UU Pilkada 2024 akhirnya mereda setelah DPR RI mengumumkan pembatalan rencana tersebut. Keputusan ini disambut positif oleh pasar, tercermin dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada akhir pekan ini.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa rupiah ditutup menguat 108 poin ke level Rp15.492 per dolar AS pada perdagangan Jumat (23/8/2024), meskipun sebelumnya sempat melemah 25 poin. Penguatan ini terjadi setelah DPR RI membatalkan rencana revisi Rumusan Undang-Undang (RUU) Pilkada 2024 dan memutuskan untuk tidak menggelar rapat paripurna menjelang batas akhir pendaftaran Pilkada pada 27 Agustus 2024.
Keputusan DPR ini diambil menyusul demonstrasi besar yang melibatkan mahasiswa, buruh, dan mantan aktivis 98. Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI kemudian menegaskan bahwa pendaftaran pasangan calon kepala daerah akan berpedoman pada putusan Mahkamah Konstitusi.
Ibrahim Assuaibi menyatakan, "Dengan pengumuman tersebut membuat masyarakat maupun investor kembali tenang dan percaya, bahwa demokrasi di Indonesia akan berjalan sesuai dengan rel yang ada. Sehingga bisa menambah kepercayaan tersendiri bagi para investor untuk kembali masuk ke pasar keuangan dalam negeri, karena situasi dan kondisi politik sudah kembali tenang dan stabil," ujar dia dalam keterangan resmi, Jumat (23/8/2024).
Selain itu, rencana pemerintahan Prabowo Subianto di 2025 untuk melakukan pembayaran bunga utang sebesar Rp552,85 triliun, yang tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025, juga menjadi perhatian pasar. Angka ini naik 10,8 persen dari outlook pembayaran bunga utang pada tahun anggaran 2024 yang senilai Rp499,0 triliun.
Sementara itu, dari sisi eksternal, pasar masih menunggu pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada simposium Jackson Hole di Wyoming pada hari Jumat. Investor berharap mendapatkan petunjuk baru tentang arah kebijakan moneter AS, terutama terkait kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan September mendatang.
Kekhawatiran tentang melemahnya ekonomi AS dan ekspektasi penurunan suku bunga masih menjadi fokus utama pelaku pasar global. Namun, sejauh mana pelemahan tersebut dan apakah akan mendorong Fed untuk memangkas suku bunga sebesar 25 atau 50 basis poin pada September masih menjadi pertanyaan.
Risalah pertemuan Fed Juli yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat mendukung penurunan suku bunga pada September. Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker dan Presiden Fed Boston Susan Collins juga mengisyaratkan dukungan mereka terhadap penurunan suku bunga, dengan catatan data ekonomi sesuai ekspektasi.
Data terbaru menunjukkan peningkatan jumlah warga AS yang mengajukan tunjangan pengangguran, meskipun level tersebut masih menunjukkan pendinginan pasar tenaga kerja secara bertahap. Ini terjadi sehari setelah revisi data yang menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan sebelumnya.
Dengan berbagai faktor ini, pasar valuta asing akan terus memantau perkembangan domestik dan global yang dapat mempengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek hingga menengah.
Untuk perdagangan Senin depan, Ibrahim memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp15.400 - Rp15.520 per dolar AS.
(lam)