LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, pada hari Minggu menyerukan mogok massal untuk menghentikan aktivitas ekonomi sebagai upaya menekan pemerintah agar segera mencapai kesepakatan untuk membebaskan sisa sandera yang masih ditahan di Jalur Gaza.
Lapid, yang juga mantan Perdana Menteri Israel, mengajak seluruh warga Israel yang "patah hati pagi ini" untuk ikut dalam aksi protes besar-besaran di Tel Aviv pada hari yang sama. Ia juga mendesak serikat pekerja utama Israel, pelaku usaha, dan pemerintah daerah untuk ikut melakukan aksi mogok.
Pernyataan ini muncul setelah Israel berhasil menemukan enam jenazah sandera dari penahanan di Gaza.
Federasi pekerja terbesar, Histadrut, yang mewakili ratusan ribu pekerja sektor publik, menyatakan sedang mempertimbangkan mogok kerja dan akan membuat keputusan setelah bertemu dengan keluarga para sandera.
Asosiasi Produsen Israel menyatakan mendukung mogok kerja dan mengkritik pemerintah karena gagal mengembalikan sandera dalam keadaan hidup, yang mereka sebut sebagai "tugas moral."
“Tanpa kembalinya para sandera, kita tidak akan bisa mengakhiri perang, kita tidak akan bisa memulihkan diri sebagai masyarakat, dan kita tidak akan bisa mulai memulihkan ekonomi Israel. Kita terpecah dan inilah saatnya untuk bertindak demi menyatukan masyarakat Israel,” kata ketua asosiasi, Ron Tomer.
“Pemerintah harus memastikan melakukan segala upaya untuk mengembalikan para sandera secepat mungkin, bahkan jika harus dengan gencatan senjata terbatas. Saya mengimbau semua pelaku usaha di Israel untuk bergerak agar hal ini bisa terwujud,” tambahnya.
(lam)