Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 06 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

Doa dan Amalan Bagi Jomblo Agar Cepat Dapat Jodoh

Muhajirin Sabtu, 11 September 2021 - 09:28 WIB
Doa dan Amalan Bagi Jomblo Agar Cepat Dapat Jodoh
ilustrasi seorang muslimah sedang berdoa (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Selain maut dan rezeki, jodoh juga menjadi bagian dari rahasia Allah Ta’ala. Setiap manusia lahir ke dunia pasti berharap mendapatkan jodoh terbaik sebagai pendamping hidup.

Banyak orang mengatakan jodoh tak akan kemana. Namun jika tak berusaha, bukan tak mungkin akan kesulitan mendapatkan sosok untuk menyempurnakan separuh agama.

Mungkin segala cara telah dicoba, seperti berkenalan dengan lawan jenis hingga pada tahap ta’aruf. Namun kandas di tengah jalan. Maka, sudah saatnya pasrah kepada Allah dan berdoa agar dikaruniai jodoh terbaik.

Dalam Alquran, ada beberapa ayat yang merujuk pada doa agar mendapatkan jodoh yang diinginkan. Berikut ini doa minta jodoh berdasarkan QS Al-Furqan ayat 74:

Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa zurriyyatinaa qurrota a’yun

Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan dari kalangan kami sebagai penenang hati."

Baca Juga: 7 Jenis Doa Iftitah yang Dianjurkan Nabi

Meski demikian, ustadz Adi Hidayat menjelaskan, sebenarnya tidak ada doa khusus yang diajarkan oleh Rasulullah SAW agar mendapat jodoh. Namun, terdapat isyarat-isyarat umum dari Al-Qur’an atau hadist untuk mendapatkan jodoh terbaik dari-Nya.

Seperti isyarat Allah mendekatkan yang halal daripada yang haram. Bukankah mendapatkan pasangan halal lebih baik daripada pasangan haram? Jadi, ketika meminta yang halal kepada-Nya untuk meninggalkan yang haram, sudah termasuk di dalamnya meminta agar diberikan jodoh terbaik.

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201).

Di antara tafsir kata ‘hasanah’ dalam ayat itu adalah mendapat yang terbaik dalam kehidupan, termasuk jodoh. Jadi, jika didapatkan ‘rabbana atina fid-dunya hasanah…’ di dalamnya sudah termasuk memohon dianugerahi jodoh terbaik.

Kemudian, terdapat isyarat dalam surah Al-Hujurat ayat 13. Allah Ta’ala berfirman, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.”

Maka dari itu, seorang laki-laki harus berikhtiar. Bagi laki-laki, jika ingin mendapatkan pasangan hidup, maka harus berikhtiar. Berdoa di masjid, setelah itu keluar berikhtiar mencari yang terbaik, sesuai sifat-sifat yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Demikian pula perempuan. Jika ada seorang laki-laki yang baik yang menjadi peluang untuk didapatkan, tetap harus diukur sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Boleh Berdoa Minta Jodoh dengan Menyebut Nama

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, berdoa tak harus berdasarkan teks Qur’an maupun hadits. Seseorang bisa langsung curhat kepada Allah menggunakan bahasa sehari-hari. Maka, boleh saja menyebut nama spesifik saat berdoa meminta jodoh.

“Tidak ada larangan kalau antum ingin memohon kepada Allah, kemudian meminta ga ada masalah. Tapi, siapa yang diminta? Lihat syarat-syarat perempuan yang bisa dinikahi,” tutur UAH.

Dalam memilih calon pasangan, Rasulullah SAW memberi tuntutan untuk melihat yang paling utama dari agamanya. Ketaatannya kepada Allah Ta’ala. Baru kemudian dilihat dari latar belakangnya seperti keluarga, pendidikan hingga parasnya.

Lalu niat menikah harus semata-mata untuk ibadah. Seseorang harus berniat menikah untuk beribadah. Ini merupakan salah satu cara mempercepat pengabulan doa.

Baca Juga: 10 Doa dari Al Quran, Bisa Diamalkan saat Hati Gelisah

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 06 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)