Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 06 Juni 2026
home global news detail berita

7 Jenis Doa Iftitah yang Dianjurkan Nabi

ahmad zuhdi Jum'at, 10 September 2021 - 07:05 WIB
7 Jenis Doa Iftitah yang Dianjurkan Nabi
Ilustrasi seorang muslim mendirikan shalat sebagai kewajiban yang dilakukan lima waktu dalam sehari. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam memulai shalat, baik fardhu maupun sunnah, Rasulullah mengajarkan doa iftitah sebelum membaca surat al-Fatihah. Doa iftitah yang berarti secara bahasa adalah doa pembuka dibaca setelah melakukan takbir.

Rasulullah Saw dalam banyak hadits shahih mengajarkan dan menganjurkan doa iftitah sebelum membaca ummul kitab atau al-Fatihah. Keragaman fatwa di kalangan para ulama tentang doa iftitah jangan membuat kita apatis atau putus asa dalam mencari haq dan kebenaran.

Baca Juga: Hikmah Al-Quran Diturunkan dalam Bahasa Arab

Setiap kita dituntut untuk mengkaji masalah-masalah agama sampai mendapatkan kepuasan dan kejelasan dalam pelaksanaan ibadah yang kita lakukan sehari-hari. Umat Islam dituntut untuk beribadah kepada Allah sesuai petunjuk al-Qur'an dan as-Sunnah.

Berikut beberapa macam doa iftitah yang dianjurkan oleh Nabi:

1. Dari Abu Hurairah Ra, ia berkata: "Adalah Rasulullah apabila bertakbir untuk shalat, beliau diam sebentar sebelum membaca (fatihah), kemudian aku bertanya kepadanya dengan nama ayah dan Ibuku: “Terangkanlah kepada kami apa yang engkau baca di waktu diam antara takbir dan membaca fatIhah?” Rasulullah SAW menjawab: “Kami membaca: Ya Allah! Jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan timur dan barat. Ya Allah! Bersihkanlah segala kesalahanku sebagaimana dibersihkannya baju yang putih dari kotoran, Ya Allah! Bersihkanlah kesalahanku dengan alir, salju, dan embun." (H.R. al-Bukhari dan Muslim).

2. Dari Ali Ra ia berkata: "Adalah Rasulullah apabila berdiri shalat, ia bertakbir, kemudian ia membaca: "Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi cenderung berserah diri, dan tidaklah aku tergolong orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku, dan matiku hanya karena Allah Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan untuk itulah aku diperintahkan dan aku adalah di antara orang muslim. Ya Allah! Engkaulah Raja, tiada Tuhan kecuali Engkau, Engkaulah Tuhanku dan aku adalah hambaMu, aku telah dzalim terhadap diriku, dan aku sadar akan dosa-dosaku, ampunilah dosa-dosaku semuanya, sesungguhnya tiada yang akan dapat mengampuni segala dosa, kecuali Engkau, tunjukkanlah aku kepada akhlak yang terbaik, tiada yang dapat menunjukan kepada apapun juga kecuali Engkau. Palingkanlah aku dari akhlak yang jelek, sesungguhnya tidak ada yang dapat memalingkan dari akhlak yang jelek kecuali Engkau, aku akan selalu taat kepada-Mu dan mengikuti agama-Mu dan semua kebaikan ada di tanganmu dan kejelekan bukan di tangan-Mu dan (kembali) kepada-Mu. Maha Agung Engkau dan Maha Luhur. Aku mohon ampun kepadaMu.” (H.R. Ahmad dan Muslim: Fiqh al-Sunnah, 1: 262).

Baca Juga: Legislator: UMKM Harus Bangkit Pascapandemi

3. Al-Syafi'i telah berkata: "Dan dengan doa iftitah inilah seluruhnya, kami suka membacanya, dan kami perintahkan serta kami menyukainya sebagaimana yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW, jangan dikurangi sedikitpun daripadanya, dan jadikanlah pengganti: wa ana awwalul muslimin, dengan: wa ana minal muslimin. Selanjutnya al-Syafi'i berkata: “Maka bila seseorang menambah (do'a iftitah) atau menguranginya, maka kami membencinya.” (al-Umm, 1: 92)

4. Dari Nafi bin Jubair bin Muth'im dari ayahnya, ia berkata: "Saya mendengar Rasulullah SAW membaca (doa iftitah) dalam shalat sunnat: ALLAHU AKBARU KABIRAN 3X, WA AlHAMDU LILLAHI KATSIRAN 3X, WA SUBHANA ALLAHI BUKRATAN WA ASHILAN 3X, (Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari godaan syetan yang terkutuk, dari gangguannya, kesombongannya dan tipuannya).” (H.R. Ahmad, Fiqh al Sunnah, 1: 264).

5. Dari Umar Ra: "Sesungguhnya Ia suka membaca setelah Takbiratul Ihram: (Maha Suci Engkau, Ya Allah dan dengan memuji-Mu, Maha Agung nama-Mu, serta Maha Luhur keagungan-Mu, tiada Tuhan selain Engkau).” (H.R. Muslim dengan sanad yang Munqathi' (putus) dan diriwayatkan pula oleh al-Daruquthni dengan Maushul (bersambung) dan Mauquf atas Umar).

Baca Juga: Keajaiban Shalawat di Hari Jumat, Dianjurkan Rasulullah

6. Telah berkata Ibnu Qayyim: “Sungguh telah shahih dari “Umar bahwa Ia membaca do'a iftitah dengan doa tersebut di tempat Nabi, dan suka menjaharkannya, juga suka mengajarkannya kepada yang lain. Oleh sebab itulah hadits tersebut digolongkan kepada Marfu' Hukman (bersambung dari Nabi)."

7. Untuk Itu imam Ahmad berkata: “Adapun aku berpegang kepada doa iftitah yang diriwayatkan dari “Umar, namun ondaikata seseorang membaca do'a iftitah dengan yang mana saja dari yang telah diriwayatkan dari Nabi, maka itu baik juga adanya.” (Fiqh al-Sunnah, 1: 263).

Baca Juga:

Sedekah 3.000 Kotak Makanan Setiap Hari, Bayar Seikhlasnya

Sulit Nonton The Batman Versi Streaming Begitu Dirilis, Ini Alasannya


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 06 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)