LANGIT7.ID-, Jakarta- - PM Spanyol Pedro Sanchez pada Kamis menyerukan penurunan ketegangan konflik di Timur Tengah. Hal ini menyusul pernyataan Lebanon bahwa 37 orang tewas akibat ledakan alat komunikasi yang dijebak.
"Hari ini risiko eskalasi kembali meningkat dengan cara yang berbahaya" kata Sanchez di Lebanon, dalam konferensi pers bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang sedang berkunjung.
"Jadi, kita harus kembali menyerukan pengendalian diri, de-eskalasi, dan hidup berdampingan secara damai antar negara, demi perdamaian," tambahnya. Sanchez berbicara kepada wartawan setelah pembicaraan lebih dari satu jam dengan Abbas. Baik Sanchez maupun Abbas tidak merujuk langsung pada ledakan di Lebanon yang terjadi pada Selasa dan Rabu.
Israel belum berkomentar tentang serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, di mana pager dan walkie-talkie milik anggota Hezbollah meledak di supermarket, jalanan, dan pemakaman. Namun, PM Lebanon Najib Mikati pada Kamis meminta PBB untuk turun tangan dalam apa yang disebutnya "perang teknologi" Israel terhadap negaranya. Menteri Kesehatan Lebanon Firas Abiad mengatakan pada Kamis bahwa 37 orang tewas dan ribuan terluka dalam ledakan perangkat genggam tersebut selama dua hari terakhir.
Sanchez menunjukkan bahwa ini adalah kunjungan pertama Abbas ke Spanyol sejak Madrid mengambil keputusan untuk mengakui negara Palestina pada 28 Mei. Irlandia dan Norwegia juga mengambil keputusan yang sama pada bulan Mei.
(lam)