LANGIT7.ID, Jakarta - Belakangan ini, budi daya ikan dalam ember (Budikdamber) ramai dilakukan oleh masyarakat. Apalagi, budikdamber bisa menjadi kegiatan untuk mengisi waktu luang di rumah bagi pelakunya agar tetap produktif, akibat kebijakan pemerintah terkait PPKM Darurat.
Namun, dalam perkembangannya, Budikdamber yang dilakukan oleh pemula seringkali mengalami kegagalan. Walaupun terlihat simpel dan mudah, tapi pengetahuan soal budikdamber juga penting diperhatikan untuk mencegah kegagalan yang bisa menyebabkan kerugian.
Untuk itu, penting bagi pemula menghindari kesalahan agar bisa berhasil dalam melakukan Budikdamber. Berikut ini adalah 10 kesalahan pemula yang sering dilakukan sehingga menyebabkan kegagalan.
Bibit IkanMenurut Konten Kreator sekaligus pelaku usaha budikdamber, Sudarmanto, pemilihan bibit ikan yang akan dibudi daya dalam ember perlu mengedepankan soal kualias. Pasalnya dari pengalaman Sudarmanto, pemilihan bibit ikan seperti lele secara asal, kerap kali menyebabkan kerugian, seperti kematian.
“Saya pernah membeli 300 ekor bibit ikan lele, setelah dirawat selama dua bulan, ternyata pertumbuhannya tidak signifikan. Padahal pakan tidak pernah kurang, ternyata setelah ditelusuri masalahnya bersumber dari bibit lele yang tidak berkualitas,” ujarnya dikanal Youtube Dompet Dhuafa TV.
Baca juga: KNEKS Hadirkan Skema Pembiayaan Berbasis Syariah untuk UMKMSehingga, lanjut dia, sebagai pembeli sudah sepatutnya bertanya kepada pebudi daya bibit lele terkait asal usul bibit tersebut. Sebab, bibit lele yang baik adalah bibit ikan yang sudah disortir terlebih dahulu.
“Karena dalam budi daya lele ada tahapan sortiran. Sehingga kita perlu mendapakan benih lele yang sudah disortir dengan tahapan akhir yang memiliki kualitas dan daya tahan lebih baik,” ujarnya.
Sesuaikan Pakan dengan Ukuran IkanJika diperhatikan, bibit lele di pebudi daya yang masih sangat kecil akan diberikan pakan cacing sutera. Sehingga ketika sudah berukuran sekitar 5 sentimeter, perlahan bibit ikan akan diberikan pelet dengan ukuran paling kecil, begitu juga seterusnya.
“Gampangnya adalah menyesuaikan ukuran pakan dengan mulut ikan. Jika memang masih kecil maka pakan pun harus lebih diperhalus agar bisa dimakan oleh bibit ikan,” jelasnya.
Tebar Benih Sebelum Mengendapkan AirKesalahan lain yang dilakukan pemula, biasanya adalah secara terburu menebar bibit lele tanpa mengendapkan air di dalam ember. Padahal, kualitas air harusnya dikedepankan untuk menciptkan daya tahan tubuh ikan agar lebih sehat.
“Hal ini biasanya akan menyebabkan ikan lele muncul ke permukaan karena kandungan oksigen dalam air masih kurang. Selain itu, kadar pH air juga masih belum memadai untuk dimasukkan ikan,” kata dia.
Pakan Tidak TeraturSeperti diketahui, ikan lele merupakan jenis ikan kanibal. Artinya, jika merasa ketersediaan pakan kurang ikan lele yang beukuran lebih besar akan mulai memakan ikan lele lainnya yang berukuran lebih kecil.
Baca juga: KNEKS Hadirkan Skema Pembiayaan Berbasis Syariah untuk UMKMUntuk itu, penting memperhatikan ketepatan waktu dalam pemberian pakan ikan. Selain mendorong pertumbuhan ikan, waktu pemberian pakan yang tepat juga mencegah kerugian akibat kanibalisme.
Tidak Melakukan PenyortiranPoin berkaitan erat dengan ketepatan pemberian pakan ikan lele. Sortir ikan penting dilakukan guna memisahkan lele yang mengalami pertumbuhan lebih lambat.
“Jadi diusahakan dalam satu ember berisi ikan lele dengan ukuran yang sama untuk menghindari kanibalisme. Sehingga sortir secara berkala penting dilakukan, biasanya saya melakukan penyortiran setiap 14 hari sekali,” jelasnya.
Tidak Membuang Endapan KotoranDengan melakukan budi daya dalam ember, menjadikan tempat hidup ikan dalam satu wadah yang cukup sempit. Jika tidak membersihkan kotoran secara rutin, maka akan mempengaruhi kesehatan dan daya tahan tubuh ikan lele.
“Endapan ini perlu dilakukan untuk mengurangi amoniak atau sisa pakan yang tidah habis yang biasanya mengendap di dasar ember. Kurang lebih perlu dilakukan pembersihan dasar ember selama seminggu sekali,” jelasnya.
Mengganti Air Baru Tanpa Proses PengendapanKekeliruan ini seringkali terjadi di kalangan pemula. Di mana setiap mengganti air baru di dalam ember, pemula langsung memasukkannya tanpa proses pengendapan air.
“Air baru ini perlu diendapkan untuk mengarungi zat yang terkandung di dalam air sumur dan lainnya. Sebab, terkadang banyak zat besi dalam air yang kurang bagus untuk ikan dan bisa menyebabkan gangguan kesehatan,” jelasnya.
Baca juga: Solusi Masa Pandemi, Muslim Ini Sukses Jaga Ketahanan Pangan dari BudikdamberPemberian Pakan BerlebihanSelain pemberian pakan perlu menyesuaikan dengan ukuran ikan. Pakan yang diberikan juga tidak boleh berlebihan agar tidak menumpuk dan meningkatkan amoniak dalam air.
“Sehingga sebisa mungkin jika lele sudah tidak merespon untuk makan, maka pakan perlu diambil kembali untuk tetap menjaga kualitas air di hari berikutnya,” kata dia.
Pemberian Pakan Setelah HujanAir hujan yang turun dan bercampur dengan air di dalam ember akan mempengaruhi tingkat keasaman dalam air. Sehingga untuk budikdamber outdoor perlu menghindari pemberian pakan saat turun hujan.
“Jadi kalau bisa, setelah hujan kurang lebih 2-3 jam ikan baru bisa diberi pakan kembali. Memuasakan ikan dalam hal ini juga perlu dilakukan, sebab untuk menghindari terjadinya gangguan kesehatan, seperti kembung pada ikan lele,” jelasnya.
Tidak Melakukan KarantinaKarantina ini perlu dilakukan kepada ikan lele yang mengalami gangguan kesehatan atau terkena penyakit. Sebab, jika lele terkena penyakit dikhawatirkan akan menularkan penyakit tersebut kepada ikan yang lain.
“Oleh karena itu, karantina ikan perlu dilakukan, karena biasanya ikan lele yang sakit juga akan rentan menjadi korban kanibalisme,” ujarnya.
(zul)