LANGIT7.ID, Semarang - Tim dokter RSUD Moewardi Solo akan memantau kesehatan bayi kembar siam Arka dan Arya asal Dusun Garut Lor, Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang.
Putra pasangan Slamet Riyanto dan Tri Mulyani itu pada Senin (13/9) sedang menjalani kontrol rutin, untuk memastikan kondisi kesehatannya. Dalam hasil pemeriksaan, bayi berusia 20 hari tersebut kondisinya sangat stabil, sejak dilahirkan sampai dengan saat pemeriksaa.
“Bayinya dua-duanya stabil. Kemudian Alhamdulillah saat lahir, bayi bugar dua-duanya. Menunggu sampai dengan 2 bulan, lalu kita lakukan pemeriksaan CT Angiografi, mudah-mudahan semuanya lancar,” kata dokter RSUD Moewardi Solo, dr Dwi Hidayah.
“Harapanya organ dalam bisa dipisahkan. Saat ini kontrol saja. Kita akan visit setiap pekan. Saat sudah layak CT Angiografi, kita bawa di sini untuk dilakukan CT Angiografi,” ujarnya.
Baca juga:
Punya Anak Bahagiakan Rasulullah, Childfree Salahi Tujuan PernikahanAngiografi seperti dikutip dari laman alodokter.com merupakan prosedur pemeriksaan dengan bantuan foto rontgen untuk melihat kondisi pembuluh darah arteri dan vena. Angigrafi membantu dokter untuk menentukan gangguan dan tingkat kerusakan pembuluh darah.
Bayi kembar yang sebelumnya sempat viral itu dilaporkan ke akun Twitter Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, oleh @EllaZefa. Usai mengantar kepulangan Presiden Joko Widodo di Lanud Adi Soemarmo kembali ke Jakarta, Ganjar Pranowo langsung menuju ke RSUD Moewardi Solo.
Ganjar Pranowo mengatakan, untuk skema pembiayannya, ia akan bantu mencarikan. Dia optimistis akan banyak warga masyarakat di Jawa Tengah yang memberikan bantuan kepada orang tua bayi kembar siam tersebut. Sementara untuk urusan medis, dia yakin bisa ditangani oleh tim dokter.
Baca juga:
Bantu Kesembuhan Pasien, Covid Ranger Berharap Relawan Covid-19 Makin Banyak“Moewardi punya pengalaman memisahkan bayi kembar siam, setengah tahun yang lalu dan sampai hari ini lancar sukses,” katanya.
Dia mengatakan, orang tua bayi kembar siam ini sudah rutin memeriksakan kandungannya bahkan juga di USG. Sebelumnya, orang tuanya hanya tahu akan memiliki anak yang kembar, tapi tidak siam.
“Alhamdulillah kalau deteksinya dari awal, ya mudah-mudahan nanti amanlah. Tadi saya tanya ibunya sih, sebenarnya kontrol sudah rutin, jadi konsep pelaksanaan Nginceng Wong Meteng ini sudah diinceng terus perutnya,” ujarnya.
(sof)