LANGIT7.ID, Yogyakarta - Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, melepas Hizbul Wathan Footbal Club (HWFC) untuk mengarungi musim Liga 2 Indonesia 2021-2022. Dia menyebut HWFC merupakan kebanggaan persyarikatan.
“Kami merasa bangga dengan HWFC, semoga HWFC bisa bertanding dengan baik dalam kejuaraan Liga 2 Indonesia. Bertanding dengan kesungguhan, dan kegigihan. Inshaallah HWFC dapat menang dan menjadi kesebelasan yang membanggakan Persyarikatan,” kata Haedar melalui akun Twitter-nya, Selasa (14/9/2021).
Terpisah, Manajer HWFC, Muhammad Mirdasy, mengatakan, HWFC sedang melakukan pemusatan latihan. Selain bertempat di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, HWFC juga melakukan pemusatan latihan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Markas Batalyon Infanteri Para Raider 502/Ujwala Yudha, di Jabung, Malang.
“Saat ini di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sampai dengan tanggal 25 September. Setelah itu, baru akan mengikuti kompetisi,” ucap Mirdasy, dikutip laman Muhammadiyah. Dia mengaku telah menyiapkan squad sebanyak 27 pemain. Dia menarget 4 besar di Liga 2 musim 2021-2022.
Tim yang bermarkas di Sidoarjo itu menunjuk Taufiq Kasrun sebagai kapten tim dalam mengarungi musim Liga 2 Indonesia 2021-2022. Mirdasy berharap, pemain jebolan Timnas U-23 pada 2007 itu bisa memimpin pemain-pemain muda di skuad tersebut.
Hizbul Wathan Football Club (HWFC) adalah klub sepak bola yang dimiliki oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dan bermarkas di Sidoarjo. Pada 25 Februari 2020, PWM Jatim mengakuisisi klub Persigo Semeru FC dan berkompetisi di Liga 2.
Mengutip laman resmi HWFC, Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathan adalah nama asal klub ini ketika pertama kali didirikan pada tahun 1953 oleh Persyarikatan Muhammadiyah melalui sayap kepemudaannya, Hizbul Wathan.
Baca Juga: Hizbul Wathan: Pramuka Muhammadiyah Buah Tangan KH Ahmad Dahlan, Tempat Belajar Jenderal SudirmanAkuisisi klub sepak bola ini merupakan yang pertama kali dilakukan selama Muhammadiyah berdiri. Sumber dana yang dipakai mengakuisisi klub murni dari kas internal organisasi tanpa sponsor eksternal.
Alasan mengakuisisi klub itu karena Muhammadiyah ingin berdakwah di sepak bola, yang merupakan wilayah baru bagi dakwah, penanaman nilai Islam, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Selain itu, dalam catatan sejarah, Muhammadiyah memiliki peran penting dalam pendirian Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Ir Soeratin Sosrosoegondo dan para perintis awal sepakbola Indonesia, mendirikan PSSI, 15 tahun sebelum Indonesia merdeka.
Baca Juga: Ki Bagus Hadikusumo: Ulama Muhammadiyah Perumus Pembukaan UUD 1945Soeratin yang menjadi Ketua Umum PSSI pertama merupakan pegiat sekaligus anggota Muhammadiyah. Selain itu, ada nama Abdul Hamid BKN yang merupakan santri didikan KH Ahmad Dahlan yang aktif di Hizbul Wathan. Dia terlibat dalam pendirian PSSI pada tahun 1930.
Kini, Hizbul Wathan FC mengisi kancah persepakbolaan nasional. Hizbul Wathan FC ingin ikut membangun mindset pesepakbolaan bagi generasi bangsa, sehingga dapat berbicara dalam konteks yang lebih global.
(jqf)