LANGIT7.ID-, Jakarta- - Mesir melalui Menteri Luar Negeri Abdelatty menekankan pentingnya pemberdayaan Otoritas Palestina dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken. Langkah ini dianggap sebagai pondasi penting untuk mendirikan Negara Palestina dan mengakhiri pendudukan Israel.
Kementerian Luar Negeri melaporkan bahwa Menlu Mesir mengungkapkan penolakan keras terhadap tindakan eskalasi Israel yang menghambat bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Dia juga mengecam tindakan Israel yang menghalangi UNRWA menjalankan tugasnya di wilayah tersebut.
Baca juga:
Untuk informasi terbaru mengenai konflik di timur tengah, kunjungi halaman ini.Dalam percakapan yang membahas perkembangan terkini di Timur Tengah, kedua pihak mendiskusikan upaya menghentikan eskalasi regional. Mereka juga membicarakan usaha mencapai gencatan senjata segera di Gaza dan memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan di tengah kondisi yang memburuk.
Dukungan untuk LebanonAbdelatty menyoroti upaya Mesir mengakhiri krisis kekosongan presiden di Lebanon. Dia menekankan perlunya pemilihan presiden Lebanon melalui konsensus nasional tanpa pengaruh asing.
Dia menegaskan pentingnya mendukung institusi Lebanon, terutama militer, serta menghormati kedaulatan, persatuan, dan integritas wilayah negara tersebut.
Menlu Mesir juga mendorong upaya internasional bersama untuk mencapai gencatan senjata dan implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701. Dia mendesak penyediaan bantuan kemanusiaan untuk Lebanon yang sedang menghadapi krisis berat.
Abdelatty mengecam penyusupan Israel ke wilayah Lebanon dan serangan terhadap pasukan UNIFIL, yang dianggap melanggar kedaulatan Lebanon dan hukum internasional.
Keamanan AirDalam pembicaraan dengan Blinken, Abdelatty menekankan bahwa keamanan air adalah masalah eksistensial bagi Mesir. Dia menegaskan Mesir tidak akan membiarkan pihak manapun mengancamnya.
Dia menyoroti bahwa Sungai Nil adalah sumber kehidupan untuk kerja sama antar negara di Basin Nil, bukan sumber konflik, dengan mematuhi hukum internasional dan menghindari tindakan sepihak yang mengancam stabilitas regional.
Krisis SudanKedua pihak juga membahas perkembangan situasi Sudan dan upaya mencapai gencatan senjata serta pengiriman bantuan kemanusiaan. Abdelatty menekankan pentingnya menjaga dan mendukung institusi, persatuan, dan integritas wilayah Sudan.
Dia juga mengajak peningkatan bantuan kemanusiaan di tengah memburuknya kondisi. Pembicaraan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan regional akibat agresi Israel di Gaza, Lebanon, dan terbaru di Suriah, yang memicu kekhawatiran perang besar.
(lam)