LANGIT7.ID-, Jakarta- - Indonesia sedang dalam kondisi darurat narkoba. Sebanyak 3,3 juta warga terjerat penyalahgunaan narkoba. Dari jumlah tersebut, 312 ribu anak usia remaja yang masih masuk dalam kategori hijau namun telah terpapar narkoba.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Marthinus Hukom, S I K, M Si pada peringatan Satu Dekade Gerakan Nasional Anti Narkoba Majelis Ulama Indonesia (Ganas Annar MUI). “Kondisi Indonesia saat ini adalah darurat narkoba, Indonesia sedang darurat narkoba,” ujar dia.
Marthinus menilai kehadiran Ganas Annar MUI sangat dibutuhkan bagi masyarakat, khususnya untuk memupuk moral bangsa menjadi warga negara yang baik dan bersih dari narkoba.
“Bagi saya, kehadiran Ganas Annar MUI ini adalah suatu potensi kekuatan masyarakat yang bangkit bersama-sama dengan penegak hukum untuk melawan para kekuatan-kekuatan bandar narkoba ini,” ucap Marthinus.
Baca juga:
Kabar Gembira! Kemenag Buka Pendaftaran PPIH 2025, Gaji Hingga Rp2,5 Juta Plus Tunjangan“Ganas Annar MUI adalah mitra BNN. Dalam rangka membangun moral bangsa ini para ulama menjadi soko guru atau benteng terdepan,” tambahnya.
“Salah satu motifnya adalah karena ajakan teman usia sebaya. Ini biasanya terjadi di kalangan anak muda. Jadi 312 ribu remaja ini kalau dia mempengaruhi teman-temannya yang lain, baik di lingkungan permainan maupun di lingkungan sekolah, kita bayangkan akan ada penambahan yang begitu signifikan,” tuturnya.
Dia menjelaskan, peredaran narkoba atau peredaran uang narkoba saat ini dalam hitungan per tahun sangat besar sekali.
Menurutnya terdapat kurang lebih 524 triliun uang yang digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk membelanjakan suatu kesia-siaan, untuk membelanjakan narkoba yang bahkan dapat membunuh dirinya sediri.
“Rp 524 triliun itu kalau dimanfaatkan untuk membayar zakat, menjalankan kewajiban-kewajiban agama, beramal, maka sudah berapa orang yang kita selamatkan yang kita tingkatkan kesejahteraannya,” tuturnya.
Baca juga:
Pandangan Islam tentang Minuman Keras, Mengapa Disebut Induk Kejahatan?Ketua Ganas Annar MUI, Titik Haryati (keempat kanan) menyerahkan potongan tumpeng simbul Tasyakur 1 Dekada Ganas MUI kepada Kepala BNN Komjen Pol Marthinus Hukom, S I K, M Si.
Selain itu dia juga mengingatkan kembali bahwa menghadapi narkoba, berarti sedang menghadapi kekuatan besar dan sedang menghadapi badai.
“BNN tidak bekerja sendiri, polri juga tidak bisa bekerja sendiri, karena kita sedang menghadapi kekuatan besar dan kita perlu ketahui juga bahwa ada daerah-daerah tertentu yang terprovokasi seakan-akan narkoba itu memberikan solusi dan mereka percaya itu,” ungkapnya.
“Karena pada kesan pertama, narkoba itu tidak memberikan dampak apa-apa. Namu, ketika sudah digunakan dalam jangka panjang, itu akan merusak mental manusia, akan merusak tubuh,” imbuhnya menjelaskan.
Dia mengajak semua eleman, baik BNN, Polri, Ganas Annar ataupun terkait lainnya harus bersama -sama bangkit melawan narkoba.
(ori)