Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home global news detail berita

Krisis Kemanusiaan Gaza Utara - Warga Terperangkap Tanpa Bantuan, Rumah Sakit Lumpuh

nabil Jum'at, 08 November 2024 - 07:35 WIB
Krisis Kemanusiaan Gaza Utara - Warga Terperangkap Tanpa Bantuan, Rumah Sakit Lumpuh
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kondisi di Gaza Utara terus memburuk setelah satu bulan pengepungan dan serangan sistematis, menurut laporan terbaru Doctors Without Borders (MSF). Sejak 7 Oktober 2024, serangan tak henti-henti dan perintah evakuasi di Beit Hanoun, Jabalia, dan Beit Lahia di wilayah Gaza Utara telah mengakibatkan pembantaian mengerikan dan situasi kemanusiaan yang tak tertahankan bagi warga yang masih terjebak tanpa akses bantuan yang memadai.

Sebulan lalu, pasukan Israel mengeluarkan perintah evakuasi untuk kamp Jabalia sambil melancarkan serangan secara bersamaan, menghalangi warga untuk meninggalkan area tersebut dengan aman. Gaza Utara yang sebelumnya dihuni 175.000 jiwa kini praktis dikosongkan dari kehidupan warga Palestina. Menurut Kementerian Kesehatan, sekitar 1.000 orang tewas sejak dimulainya pengepungan kamp Jabalia, dan sekitar 70.000 warga mengungsi ke selatan, sebagian besar ke Kota Gaza. Sepuluh staf MSF dan keluarga mereka telah melarikan diri dari kamp Jabalia ke Kota Gaza, namun dua orang belum bisa meloloskan diri dan satu orang, Nasser Hamdi Abdelatif Al Shalfouh, meninggal pada 10 Oktober setelah menderita luka-luka serpihan di Jabalia pada 8 Oktober.

Baca juga: Untuk informasi terbaru mengenai konflik di timur tengah, kunjungi halaman ini.

"Saya tidak tahu bagaimana menggambarkan perasaan ini," kata staf MSF Jamal yang sebelumnya terjebak di Jabalia namun baru-baru ini melarikan diri ke Kota Gaza. "Saya tidak pernah menyangka akan mengalami hal ini. Ketika kami pergi dari Jabalia, pasukan Israel berdiri di sekitar kami. Mereka memindai wajah kami, mengambil foto, dan menahan orang-orang yang mereka inginkan. Ayah saya bersama saya, jadi melarikan diri sangat sulit karena dia menggunakan kursi roda. Saya ingin menggendongnya di pundak, tapi tidak bisa. Setelah menunggu empat jam, akhirnya kami bisa melewati pos pemeriksaan. Setelah inspeksi, kami menggunakan gerobak hewan ke selatan menuju Kota Gaza."

Sistem kesehatan Gaza Utara hampir sepenuhnya lumpuh. Tiga rumah sakit yang tersisa di wilayah Gaza Utara—Kamal Adwan, Indonesia, dan Al Awda—telah diserang dan staf mereka ditangkap dan ditahan oleh pasukan Israel, termasuk dokter bedah MSF Dr. Mohammed Obeid. Selain itu, rumah sakit-rumah sakit ini menghadapi kekurangan pasokan yang ekstrem, membatasi perawatan yang dapat mereka berikan.

Seiring warga Palestina dipaksa ke selatan dan pilihan layanan kesehatan berkurang di utara, MSF mencatat peningkatan 50 persen konsultasi medis di kliniknya di Kota Gaza sejak pertengahan Oktober. Klinik ini menyediakan konsultasi umum, pengobatan penyakit tidak menular, perawatan luka, fisioterapi, pemeriksaan malnutrisi, layanan kesehatan seksual dan reproduksi, serta perawatan maternal, prenatal, dan postnatal.

"Di Kota Gaza, jalanan dipenuhi pengungsi," kata Mohammad Wadi, staf MSF di sana. "Banyak yang datang ke klinik untuk mengobati luka bakar dan cedera mereka dengan perawatan dan fisioterapi. Kasus di klinik kami meningkat lebih dari dua kali lipat dalam beberapa minggu terakhir. Kebutuhan medis sangat besar."

Warga Palestina di wilayah Gaza Utara menghadapi kondisi tidak manusiawi, tanpa akses makanan, air, atau perawatan medis. Antara 1-21 Oktober, Israel hanya memfasilitasi 6 persen pergerakan bantuan terkoordinasi antara Gaza selatan dan utara, menurut OCHA, membuat pemberian bantuan kemanusiaan mustahil dilakukan. Sebagai kekuatan pendudukan, otoritas Israel bertanggung jawab memastikan bantuan kemanusiaan yang cepat, tanpa hambatan, dan aman pada tingkat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Israel harus segera menghentikan pemindahan paksa dan memfasilitasi bantuan kemanusiaan di Gaza utara—dan menghentikan pembunuhan tak pandang bulu di seluruh wilayah tersebut.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)