LANGIT7.ID-, Jakarta- - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memperkenalkan inisiatif baru untuk menguatkan karakter generasi muda Indonesia. Program bertajuk "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" akan resmi dirilis pada Desember 2024.
Perkenalan program ini dilakukan saat kunjungan kerja Mendikdasmen ke Sidang Raya XVIII Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) 2024 di Toraja Utara, Sulawesi Utara. Program ini menekankan pada pembentukan tujuh rutinitas harian yang positif untuk pelajar Indonesia.
"Kementerian kami mencari dukungan dari PGI yang telah lama berkontribusi dalam pendidikan, khususnya di daerah 3T. Persoalan pendidikan di daerah 3T menjadi prioritas kami, sehingga kami hadir untuk membangun kemitraan dengan PGI dalam mewujudkan pendidikan yang merata untuk seluruh anak bangsa," ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (14/11/2024).
Abdul Mu'ti menjelaskan ketujuh kebiasaan yang akan diterapkan meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, makan makanan sehat dan bergizi, bermasyarakat, dan tidur cepat. Program ini juga mendukung rencana pemerintah memperluas program wajib belajar menjadi 13 tahun.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PGI menyambut positif inisiatif tersebut.
"Institusi pendidikan yang dikelola gereja memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Saat ini kami mengelola ribuan sekolah, namun kami menghadapi tantangan di mana beberapa sekolah Kristen sedang mengalami kesulitan dan berisiko ditutup," ungkap dia.
Dalam kunjungan ini, Mendikdasmen didampingi oleh Staf Khusus Mendikdasmen Didik Suhardi dan Ma'ruf El Rumi. Abdul Mu'ti juga menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan inklusif dengan berinteraksi langsung dengan siswa penyandang disabilitas serta mengapresiasi karya seni mereka.
Data menunjukkan terdapat 2.556 institusi pendidikan swasta yang dikelola oleh gereja-gereja anggota PGI. Melalui program "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat", Kemendikdasmen berharap dapat membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat, sekaligus menjawab tantangan dekadensi moral dan memperkuat integrasi nasional melalui pendidikan.
(lam)