LANGIT7.ID - Siapa orang tua yang tak ingin memiliki anak penghafal Al-Qur’an?. Apalagi keutamaannya luar biasa. Seorang Hafidz Al-Qur'an bisa menganugerahkan mahkota kepada orang tuanya kelak.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Muadz Al-Juhani Radhiyallahu ‘Anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda:
مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ، أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa yang menghafal Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, maka akan dipakaikan kepada kedua orang tuanya mahkota pada hari kiamat.”
Memang mendidik anak menjadi seorang penghafal Al-Qur'an butuh perjuangan. Dengan Al-Qur’an di dalam dada dan pikiran, seorang anak akan senantiasa mengingat Allah dan takut berbuat dosa.
“Pertama ibu dan bapak memperbanyak berdoa, minta kepada Allah didekatkan anak itu kepada Al-Qur’an,” kata Ustadz Adi Hidayat melalui kanal youtube Al-Akhyar TV, dikutip Kamis (16/9/2021).
Doa tentu harus diikuti dengan ikhtiar. Maka itu, langkah kedua, perangkat elektronik yang menyiarkan tayangan tidak bagus sebaiknya ditiadakan, lalu diganti dengan speaker yang memutar ayat-ayat suci Al-Qur’an.
“Ubah perangkat di rumah jadi perangkat yang mendekatkan kepada Al-Qur’an. Mulai sekarang TV yang acaranya tidak bagus, hilangkan. Beli speaker aktif, putar Al-Qur’an. Di ruangan tengah, di kamar bacakan Al-Qur’an. Tiap waktu, 24 jam putar Al-Qur’an,” terang UAH.
Kemudian, untuk anak yang baru lahir, orang tua disarankan menyetel murottal Al-Qur’an atau membacakan secara langsung satu juz per bulan. Sehingga dalam 30 bulan, bayi kecil sudah mendengar 30 juz.
“30 bulan sama dengan 2,5 tahun. Begitu 2,5 tahun, dia sudah mendengar 30 juz. Begitu anak bicara, dia akan mudah menghafal Al-Qur’an. Paling lama enam bulan bisa hafal Al-Qur’an. Setelah tiga tahun hafal Al-Qur’an,” kata UAH.
(jqf)