Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home global news detail berita

Rahasia Menguatkan Hafalan Al-Quran dari Lupa

Muhajirin Ahad, 19 September 2021 - 06:05 WIB
Rahasia Menguatkan Hafalan Al-Quran dari Lupa
Ilustrasi dua muslim cilik tenagh menguji tingkat hafalan Al Quran. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Ustadz Adi Hidayat membeberkan rahasia menguatkan hafalan Al-Qur’an. Jika seseorang ingin menemukan tipikal yang istimewa dalam hafalan, setidaknya ada dua langkah yang perlu dilakukan.

Pertama, meluruskan niat. Secara etimologis, niat berarti al-qasdu (bermaksud), al-azimah (tekad), al-iradah (keinginan), dan al-himmah (menyengaja). Secara terminologis, niat adalah keinginan seseorang dalam melakukan sesuatu atau pekerjaan tertentu, atau adanya maksud tertentu lalu diikuti dengan mengerjakannya.

UAH menjelaskan, jika seseorang belajar hanya sekadar ingin mendapatkan dunia, maka dunia dicapai, ilmu pun bisa berkurang. Maka itu, sejak awal niat harus diperbaiki agar mengungerahi keberkahan dalam ilmu tersebut.

“Kalau kita ingin mendapatkan ilmu yang terus menempel, melekat, dan tidak hilang dari dalam jiwa, maka titipkan dan niatkan untuk yang tidak pernah punya batasan, yaitu Allah Ta’ala,” kata UAH, dikutip dari kanal youtube Al-Akhyar TV, Sabtu (18/9/2021).

Baca Juga: 6 Tips Mudah Hafalkan Al Quran, No 5 Jadi Ujian Mutlak

Maka itu, jika seseorang ingin belajar atau melakukan sesuatu, maka niat harus diluruskan hanya untuk mencari keridhaan Allah Ta’ala. Kedua, kesungguhan. Orang yang bersungguh-sungguh (mujahadah) adalah orang yang mengerahkan segala kemampuan yang ia miliki untuk mencapai tujuan atau cita-cita.

UAH lalu memberikan empat kiat bersungguh-sungguh dalam belajar. Pertama, berdoa. Berdoa berarti memohon. Alah Ta’ala adalah pemilik segala ilmu. Maka itu, berdoa sebelum belajar merupakan hal yang wajib bagi seorang penghafal Al-Qur’an. Kedua, menulis. Dalam belajar, seorang harus menulis setiap yang disampaikan guru, agar ilmu mudah dihafal, diingat, dan dipahami.

Baca Juga: Alasan Riba Haram, Jalan Pintas yang Bikin Hidup Bangkrut

Ketiga, meningkatkan amal saleh. Ilmu adalah cahaya. Cahaya Allah Ta’ala hanya akan diturunkan kepada orang-orang yang beramal saleh. Keempat, meninggalkan maksiat. maksiat adalah melanggar perintah Allah Ta’ala. Maksiat berarti melakukan perbuatan dosa.

Penuntut ilmu harus menjauhi segala bentuk perbuatan makasiat yang berimplikasi kepada dosa. Sebab, perbuatan maksiat akan menghalangi masuknya ilmu dalam jiwa.

Baca Juga: Meski Negara Minoritas Muslim, Singapura Miliki Madrasah yang Cetak Banyak Ulama

Pesona Hening Masjid Gargash Dubai, Pertama oleh Arsitek Perempuan


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)