LANGIT7.ID, Tana Tidung - Air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi Pesantren Al-Hidayah Hidayatullah Tana Tidung. Pesantren yang berada di Desa Sebidai Kecamatan Sesayap, Kalimantan Utara itu belum memiliki sumber air bersih.
Lokasi pesantren tersebut jauh dari pemukiman warga, sehingga instalasi air bersih seperti PDAM belum bisa terhubung. Hal itu menjadi kendala terbesar yang dialami seluruh pengurus dan santri.
Sejauh ini hujan menjadi alternatif, namun bila hujan tidak turun penduduk pesantren terpaksa menggunakan air kolam rawa yang berwarna coklat.
Atas dasar itu, Baitul Maal Hidayatullah berinisiatif membangun sumur bor di pesantren tersebut. Pembangunan sumur bor itu merupakan salah salah program BMH Hidayatullah yang terus membantu pengadaan air bersih untuk masyarakat di berbagai tempat di Indonesia.
Pimpinan Pesantren Al-Ikhlas Hidayatullah Tana Tidung, Nurwahid, mengatakan, bantuan dari BMH Hidayatullah itu sangat membantu penduduk pesantren. Mengingat air bersih merupakan bagian dari kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari keseharian para santri dan pengurus.
“Alhamdulillah, kami segenap pengurus dan para santri sangat bersyukur dengan bantuan sumur bor ini. semoga Allah SWT membalas kebaikan BMH dan donator dengan kebaikan pahala yang terus mengalir,” kata Nurwahid melalui keterangan tertulis, Ahad (19/9/2021).
Sementara, Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Kalimantan Utara (Kaltara), M Nor Komara, berharap bantuan sumur bor itu bisa menjadi solusi untuk para santri dan pengurus.
"Semoga dengan bantuan bor ini dapat menjadikan krisis air bersih di pesantren ini dapat segera teratasi, sehingga aktivitas belajar dan ibadah dapat berjalan dengan baik,” kata M Nor Komara.
(jqf)