LANGIT7.ID-Jakarta; Terbaru dari Tepi Barat - Militer Israel melancarkan serangan besar-besaran di Kamp Pengungsi Jenin, menghancurkan sekitar 20 bangunan dalam operasi militer terbaru. Kejadian ini terjadi pada Minggu (2/2), memicu gelombang pengungsian massal penduduk setempat.
Rekaman video menangkap momen ledakan simultan di kamp yang padat penduduk tersebut. Kepulan asap tebal membumbung tinggi di atas kota Palestina, di mana pasukan Israel telah melakukan operasi militer besar-besaran selama hampir dua minggu.
Baca juga: Delegasi Hamas Kunjungi Moskow: Pertemuan dengan Kemenlu Rusia Dijadwalkan Hari IniSituasi Terkini di Tepi Barat - Militer Israel menyatakan telah "membongkar" 23 struktur bangunan di Tepi Barat utara setelah menemukan laboratorium peledak, senjata, dan pos pengintaian. Dalam pernyataan sebelumnya pada hari Minggu, mereka membagikan gambar senjata api, amunisi, dan yang tampak seperti tabung gas, namun tidak menjelaskan lokasi pasti pengambilan gambar tersebut.
Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam keras tindakan penghancuran bangunan oleh militer Israel di Jenin. "Kami mengutuk sekeras-kerasnya pemboman yang dilakukan pasukan pendudukan Israel, termasuk aksi mereka hari ini, Minggu, yang menghancurkan wilayah luas Kamp Jenin," ungkap pernyataan resmi tersebut, menggambarkannya sebagai "pemandangan yang brutal."
Dampak Serangan Israel di Jenin - Direktur Rumah Sakit Pemerintah Jenin, Wisam Baker, melaporkan kepada kantor berita Palestina bahwa sebagian rumah sakit mengalami kerusakan akibat ledakan, tetapi tidak ada korban jiwa.
Baca juga: Turki Siap Tampung Tahanan Palestina yang Dibebaskan dalam Kesepakatan GazaJenin merupakan rumah bagi kamp pengungsi yang padat, dihuni oleh keturunan warga Palestina yang terusir atau melarikan diri dari rumah mereka dalam perang 1948 saat negara Israel didirikan. Kamp pengungsi ini telah menjadi pusat aktivitas militan selama beberapa dekade dan sering menjadi target operasi pasukan keamanan Israel.
Pasukan Israel, didukung helikopter dan buldoser lapis baja, memulai serangan ke kota tersebut pada 21 Januari, dua hari setelah gencatan senjata di Gaza antara Israel dan kelompok militan Hamas berlaku.
Israel menganggap Tepi Barat sebagai bagian dari perang multi-front melawan kelompok-kelompok yang didukung Iran di sekitar perbatasannya, mulai dari Gaza hingga Lebanon termasuk Houthi di Yaman. Mereka mengalihkan perhatian ke wilayah ini segera setelah penghentian pertempuran di Gaza.
Baca juga: Netanyahu Temui Trump di Washington: Upaya Perbaikan Hubungan AS-Israel Pasca Ketegangan dengan BidenUpdate Konflik Israel Palestina - Badan PBB untuk pengungsi Palestina melaporkan hampir seluruh 20.000 penduduk Kamp Jenin terpaksa mengungsi dalam dua bulan terakhir. Situasi kemanusiaan di wilayah tersebut semakin memburuk seiring berlanjutnya operasi militer.
Hamas pada hari Minggu menyerukan "eskalasi perlawanan" terhadap Israel menyusul penghancuran bangunan di Jenin.
Otoritas Palestina, rival Hamas, menjalankan pemerintahan terbatas di Tepi Barat yang dihuni sekitar 3 juta warga Palestina dan berada di bawah kendali militer Israel secara keseluruhan.
Baca juga: PM Qatar Desak Hamas-Israel Segera Mulai Perundingan Tahap Dua Gencatan Senjata GazaPasukan Israel terlibat baku tembak dengan militan lokal sejak operasi dimulai. Menteri Pertahanan Israel Katz pada hari Rabu menyatakan pasukan keamanan akan tetap berada di sana hingga operasi selesai, tanpa menyebutkan kapan hal itu akan terjadi.
Setidaknya 25 warga Palestina tewas sejak operasi militer Israel dimulai di Jenin, termasuk sembilan anggota kelompok bersenjata, seorang pria berusia 73 tahun dan seorang gadis berusia dua tahun, menurut pejabat Palestina. Militer Israel mengklaim telah menewaskan setidaknya 35 militan dan menahan lebih dari 100 orang yang dicari.
Korban Tewas di Tepi Barat Terkini - Berdasarkan laporan kantor berita Palestina, seorang pria berusia 27 tahun menjadi korban tewas terbaru setelah pasukan Israel menyerbu kamp pengungsi dekat Hebron. Total korban jiwa terus bertambah sejak dimulainya operasi militer di wilayah tersebut.
(lam)