LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati menyebut ada peningkatan kasus di Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand hingga Vietnam. Karena itu, dia meminta Indonesia mewaspadai meningkatnya kasus Covid-19 di Asia Tenggara secara serentak.
Meski belum diketahui ada temuan varian baru yakni Mu, Lambda dan C12 terdeteksi, bukan tidak mungkin pelonggaran masuknya WNA dan peningkatan kasus di Asia Tenggara turut membawa varian baru tersebut. "Kita bersyukur kasus di Indonesia turun drastis di antara negara-negara Asia Tenggara yang terus meningkat. Jangan sampai kasus yang turun di Indonesia terancam dengan masuknya varian baru," kata Mufida dalam keterangannya, Kamis (23/9/2021).
Baca Juga: Pidato di Sidang Umum PBB, Jokowi Sampaikan Lima Hal IniSebab itu, Mufida meminta agar peningkatan kasus baru di kawasan Asia Tenggara ini diwaspadai betul. Terlebih baru saja Pemerintah membuka pintu masuk bagi WNA lewat Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 34 Tahun 2021.
"Harus diwaspadai tren meningkatnya kasus di regional Asia Tenggara sebab bersamaan dengan itu ada pelonggaran WNA masuk ke Indonesia termasuk wisatawan asing. Apalagi Singapura dan Malaysia langsung berbatasan dengan Indonesia," ujarnya.
Filipina mencatat penambahan jumlah kasus baru Covid-19 sebesar 23.134 pada 18 September 2021. Filipina terus mencatatkan jumlah kasus harian Covid-19 di atas 20 ribu, tertinggi di Asia Tenggara.
Baca Juga: Pesantren Alkhairaat Palu Siap Pembelajaran Tatap MukaSingapura juga melaporkan 934 kasus harian pada 17 September 2021 dan diprediksi berlipat ganda setiap pekan. Penambahan ini tertinggi di Singapura sejak April tahun lalu.
Tren penambahan juga terjadi di Malaysia, Vietnam dan Thailand. Ia menyebut, meningkatnya kasus di Asia Tenggara dan pelonggaran di Indonesia bisa membuat wisatawan asing atau WNA di kawasan Asia Tenggara memilih pergi ke Indonesia.
"Wisatawan atau WNA yang kembali dibuka bukan hanya berasal dari Asia Tenggara, ada yang transit ke negara-negara yang kini kasusnya sedang naik dan amat mungkin masuk ke Indonesia karena ada pelonggaran," tuturnya.
Baca Juga:
Efektifkah Alas Bedak dengan SPF Lindungi Kulit?
Hati-Hati, Berbohong Ternyata Mengakibatkan Penyakit(asf)