LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Puasa adalah ibadah wajib bagi setiap Muslim. Menjelang bulan suci Ramadan 1446H, banyak orang tua yang mulai
melatih buah hatinya untuk menjalankan ibadah puasa.Meski puasa belum wajib bagi anak-anak yang belum
akil baligh, banyak orang tua di Indonesia yang mulai mengenalkan ibadah puasa sejak dini.
Namun ada hal-hal yang harus diperhatikan orang tua agar berpuasa tidak mengganggu
tumbuh kembang anak-anak.
Baca juga: Melatih Anak Berpuasa Bukan Hal Sulit, Simak 8 Cara IniDokter spesialis anak, dr Jeshika Febi Kusumawati, memberi panduan agar buah hati Anda dapat menjalani puasa dengan nyaman dan aman.
Berikut adalah lima hal penting menurut dr Jeshika yang perlu diperhatikan oleh para orang tua ketika mengenalkan puasa kepada anaknya:
1. Pastikan Anak dalam Kondisi yang Sehat untuk BerpuasaSejatinya tidak ada patokan usia tertentu untuk mengenalkan ibadah puasa kepada anak, tetapi umumnya, anak usia 7 tahun sudah bisa diajak berkomunikasi mengenai ibadah puasa.
Jeshika mengingatkan agar orang tua memastikan anak dalam kondisi sehat dengan tumbuh kembang ideal. Selain itu, anak tidak sedang menjalani pengobatan rutin seperti pada anak yang menderita
diabetes tipe I,
kanker, atau penyakit lain yang membutuhkan asupan nutrisi khusus sepanjang hari dan membutuhkan persetujuan Dokter terlebih dahulu untuk menjalankan puasa.
2. Siapkan Menu Sahur yang Membantu Anak Kuat Saat BerpuasaAnak yang sedang belajar menjalankan puasa, membutuhkan nutrisi yang cukup. Oleh karena itu, orang tua perlu memastikan menu sahur dan berbuka mencakup komposisi seimbang, seperti 30-40 persen karbohidrat, 20-25 persen protein, 15-20 persen lemak, dan serat tinggi lewat buah dan sayur.
Baca juga: Orang Tua Perlu Tahu, 6 Cara Melatih Anak Berpuasa Pertama Kali"Saat sahur, orang tua bisa menyiapkan makanan yang lebih lama dicerna tubuh, seperti nasi merah, oat, atau pasta, buah pisang, serta protein dengan lemak sehat, karena dapat membantu anak merasa kenyang lebih lama. Hindari makanan tinggi gula saat sahur untuk mencegah rasa lapar yang cepat muncul," kata dr Jeshika, dikutip dari rilis Allianz Indonesia, Jumat (28/2/2025).
3. Jaga Asupan Cairan agar Anak Tidak Dehidrasi"Pastikan anak tetap terhidrasi dengan baik. Anjuran konsumsi air 6-8 gelas per hari, yang dapat dibagi antara sahur dan berbuka, dan hindari minum yang mengandung kafein seperti teh/kopi/soda," lanjutnya.
Orang tua juga perlu mengenali tanda-tanda dehidrasi, seperti tidak buang air kecil selama 6 jam, warna urin yang pekat, atau anak tampak lemas berlebihan, Jika tanda-tanda ini muncul, segera berikan cairan yang cukup dan batalkan puasa anak.
4. Kenalkan Ibadah Puasa Secara BertahapAnak yang belum wajib berpuasa dan baru pertama kali berpuasa, sebaiknya dikenalkan dengan tahapan yang lebih ringan, seperti puasa setengah hari sebelum akhirnya mencoba puasa secara penuh.
Baca juga: Keseruan Ririn Ekawati Ajarkan Si Bungsu Berpuasa"Memberikan motivasi tambahan, seperti sistem reward atau apresiasi atas usaha mereka, juga dapat membantu anak lebih semangat menjalani puasa pertamanya," tambah dr Jeshika.
5. Ciptakan Pengalaman Puasa yang Menyenangkan dan EdukatifSelain memperhatikan panduan kesehatan, orang tua juga perlu menjadikan momen puasa sebagai pengalaman yang menyenangkan bagi anak.
Berikan pemahaman bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga membentuk karakter, disiplin waktu, kesabaran, dan rasa syukur.
”Diharapkan cara-cara di atas bisa menjadi panduan buat orang tua yang mulai mengajak buah hatinya untuk menjalankan puasa Ramadan. Selain hal tersebut, berpuasa bagi anak juga sama manfaatnya dengan puasa pada orang dewasa, dimana bisa membantu menjaga metabolisme tubuh secara ideal dan membuat tubuh anak tetap fit,” tambah dr. Jeshika.
Baca juga: Gampang Tergoda, Cegah Anak Batal Puasa dengan Cara IniSebagai tambahan, dr. Jeshika adalah dokter spesialis anak yang berpraktik di Siloam Hospitals TB Simatupang, yang merupakan salah satu rumah sakit eksklusif dalam jaringan Blue Eagle Network dari Allianz Indonesia.
(est)