LANGIT7.ID - Anak merupakan amanah bagi setiap orang tua. Setiap orang tua memiliki cara mendidik anak mereka sendiri, namun apakah sudah sesuai dengan panduan Al-Qur’an?
Dalam surah Al-Baqarah ayat 133, menjelang wafat, Nabi Ya’kub sempat berwasiat kepada anak-anaknya. Wasiat itu menegaskan agar anak-anaknya senantiasa menyembah Allah, Tuhan yang Maha Esa, dan tidak menyekutukannya dengan yang lain.
Allah menceritakan kisah Ya’kub dalam Al-Qur’an agar menjadi pembelajaran bagi manusia. Ketua Pengarah Institut Kefahaman Islam Malaysia (IKIM) Datuk Dr. Syed Ali Tawfik al-Attas mengatakan, orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam pendidikan anak mereka. Jika tidak dididik sesuai dengan panduan Al-Qur’an, ia khawatir terhadap masa depan anak-anak.
Baca Juga: Mengapa Ulama Terdahulu Menguasai Lintas Bidang Ilmu? Ini Penjelasannya
“Apakah aliran pendidikan yang kita salurkan kepada mereka? Adakah kita mendidik anak-anak kita supaya menghormati khazanah ilmu? Adakah kita mendidik anak-anak kita supaya menghormati ciptaan Tuhan yang Maha Esa? Adakah kita mendidik anak-anak kita berkenaan faham keadilan, kesopanan, kesusilaan? Adakah kita mendidik anak-anak kita perihal adab?” kata Datuk Tawfik dalam tulisanya ‘Masa Depan Anak-Anak Kita’, dikutip Jumat (24/9/2021).
Datuk Tawfik berpendapat, mayoritas anak tidak beradab karena kebanyakan orang tua bersikap tidak peduli terhadap pendidikan mereka. Sikap ketidakpedulian itu mengakibatkan anak-anak tidak memahami konsep kesopanan dan kesusilaan, apalagi keadilan.
Tak sedikit anak-anak tidak mengakui ciptaan Allah Ta’ala karena pendidikan mereka yang dapat sejak kecil yang jauh dari nilai-nilai Islam.
"Saya berpendapat kebanyakan dari anak-anak kita tiada adab disebabkan kebanyakan ibu bapak mereka mencerminkan sikap tidak ambil peduli. Banyak orang tua menginginkan anaknya memiliki wawasan Islami, namun yang diajarkan justru sebaliknya," kata Datuk Tawfik.
Masa depan anak-anak bisa dilihat dari generasi saat ini yang sudah mulai tak menghiraukan adab-adab. Kerap terlontar cercaan antar sesama muslim, fitnah di dinding maya berserakan, isu-isu agama digunakan untuk memecah umat. Demikian pula pemimpin yang mendustakan amanah kepemimpinan mereka sendiri.
Maka dari itu, kata Datuk Tawfik, orang tua harus mendidik anak mereka untuk mentauhidkan Allah, mempercayai para nabi dan rasul-Nya, memahami kebenaran, memiliki keimanan yang kuat, dan mengedepankan agama. Pendidikan islami sangat penting agar kita tidak membawa anak-anak kembali ke zaman jahiliyah.
(jqf)