LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Kementererian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meningkatkan pengembangan wisata halal di Indonesia. Hal itu dilakukan, karena di Indonesia memiliki potensi di sektor pariwisata yang cukup besar.
Bahkan, di ranah global, pariwisata halal menjadi pasar yang menjanjikan. Jika dilihat dari laporan Mastercard Crescenting Global Travel Market Index (GMTI) 2019, pada 2026 diprediksi setidaknya ada 230 juta wisatawan muslim.
Selain itu, Global Islamic Economic Report juga menyebutkan, pada 2023 mendatang potensi peningakatan perekonomian dari wisata halal dunia ini akan meningkat hingga USD274 miliar.
Untuk itu, saat ini Kemenparekraf sedang berupaya untuk menjadikan beberapa wisata yang di Indonesia agar menjadi unggulan dan menjadi tujuan bagi wisatawan dunia untuk kebutuhan wisata halal.
Baca juga: Raja Ampat Siapkan Protokol Kesehatan untuk Sambut PONWisata halal di sini bukan berarti dikhususkan bagi wisatawan dari kalangan ummat muslim saja, melainkan menghadirkan wisata yang ramah bagi ummat muslim. Di antaranya penyediaan makanan halal, fasilitas pendukung untuk ibadah, mushola dan tempat wudhu, hingga pelayanan ramah muslim lainnya.
Salah satu yang destinasi wisata halal yang telah dikembangkan oleh pemerintah adalah Aceh. Daerah yang dijuluki sebagai serambi Makkah ini menjadi salah satu andalan destinasi wisata halal Indoneisa. Aceh pernah mendapatkan penghargaan World’s Best Airport for Halal Cultural Destination dari Wolrd Halal Tourism Award pada 2016 lalu.
Berikut beberapa destinasi wisata halal di Aceh:
Pulau WeBeberapa unggulan destinasi wisata yang bisa dikunjungi di Aceh, di antaranya Pulau We, yang merupakan pula vulkanik kecil yang terletak di Laut Andaman, tepatnya di wilayah Sabang. Di tempat ini pula Tugu Nol Kilometer Indonesia berada dan menarik banyak wisatawan.
Untuk bisa ke Pulau We ini, bisa dicapai melalui Pelabuhan Ulee Lheu Aceh menuju Pelabuhan Balohan Sabang. Dalam perjalan penyebarangan dengan kapal ini, wisatawan akan disuguhkan dengan sensasi keindahan laut yang fantastis, seperti ditemani dengan para lumba-lumba di sana.
Masjid Raya BaiturrahmanMasjid yang terletak di Desa Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman ini merupakan tempat bersejarah. Selain digunakan sebagai tempat ibadah, masjid ini juga digunakan untuk menyebarkan syiar Islam.
Masjid Baiturrahman bahkan bisa dikatakan mendapatkan keajaiban. Sebab, tempat ibadah bagi ummat Islam ini menjadi satu-satunya yang masih berdiri, setelah dihantam gelombang tsunami besar di Aceh pada 2004 silam.
Baca juga: Pesona Hutan Pinus di Desa Wisata Kaki Langit MangunanBanyak wisatawan yang sering berkunjung ke masjid ini hanya untuk sekadar menghabiskan waktu, berfoto, dan mempelajari sejarah Masjid Baiturrahman.
Danau Laut Tawar Danau seluas 5.472 hektar ini menjadi tempat yang juga sering dikunjungi oleh wisatawan. Danau yang terletak di Dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah ini, belum lengkap untuk dinikmati tanpa ditemani dengan secangkir kopi gayo khas Aceh.
Lingkungan di sekitar Danau Laut Tawar yang bahkan belum terjamah manusia ini, juga menjadi habitat bagi hewan liar yang jarang ditemui. Seperti musang, kucing hutan, trenggiling, landak, siamang, rusa, dan lainnya.
Dengan pemandangan yang memanjakan mata, tempat ini sering dijadikan sebagai tempat untuk ajang eksistensi dengan berswafoto ria di sana.
Museum TsunamiTidak hanya kaya akan wisata alamnya yang banyak didominasi dengan pantai. Museum Tsunami Aceh hadir sebagai salah satu wisata edukasi di sana.
Museum yang dirancang oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ini, menjadi monumen simbolis terhadap gempa dan tsunami yang pernah terjadi di Aceh pada 2004 silam. Selain sebagai tempat wisata, museum ini juga menjadi pusat pendidikan bencana dan perlindungan darurat.
Di dalam museum ini, terdapat ruang khusus untuk mengenang para korban tewa saat tsunami Aceh 2004. Di ruangan ini pula semua nama korban tewas diukir di dinding yang di bagian ujung atasnya bertuliskan lafadz Allah, ruangan ini diberi nama
Space of Sorrow atau Sumur Doa.
Baca juga: Menikmati Warna Warni Lahan Bawang di EnrekangItulah beberapa destinasi wisata yang bisa dikunjungi di Aceh. Masih banyak lagi potensi dan destinasi wisata di Aceh yang juga tak kalah menarik untuk dikunjungi.
Dijuluki Serambi Makkah membuat Aceh dengan kultur syariat Islamnya yang kental cukup bisa menjadi destinasi wisata ramah muslim yang bisa dikunjungi. Dengan menjadikan Aceh sebagai salahs satu andalan wisata halal, diharapkan menarik banyak wisatawan.
Sehingga dapat meningkatkan roda perekonomian di sana. Dengan hal ini, peningkatan fasilitas pendukung untuk ramah muslim pun menjadi suatu keniscayaan.
![Jadi Unggulan, Ini Destinasi Wisata Halal di Aceh yang Menarik untuk Dikunjungi]()
(zul)