LANGIT7.ID--Kisah ini dinukil dari buku berjudul "
Tales of The Dervishes" karya
Idries Shah yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "
Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".
Seorang tolol memperhatikan seekor unta yang sedang makan rumput. Katanya kepada unta itu, "Tampangmu serba janggal. Mengapa begitu?"
Unta menyahut, "Dalam menilai kesan yang tampak, kau mengaitkan kesalahan dengan hal yang menentukan bentuk. Berhati-hatilah tentang hal ini! Jangan menganggap wajahku yang buruk sebagai suatu kesalahan. Pergi saja kau dariku, lewat jalan pintas. Tampangku punya kegunaan tertentu, alasan tertentu. Busur memerlukan bagiannya yang bengkok, sama seperti talinya yang regang.
"Orang tolol, enyahlah! Pemahaman keledai sesuai dengan sifat keledai."
Baca juga: Kisah Sufi: Tapabrata Malik Dinar ----
Maulana Majdud, yang dikenal sebagai Hakim Sanai, Sang Bijak yang Tercerahkan dari Ghazna, menulis panjang lebar tentang tak bisa dipercayanya kesan subjektif dan penilaian kebiasaan.
Salah satu perkataannya adalah, "Pada cermin menyimpang dalam pikiranmu, malaikat bisa tampak berwajah setan."
Perumpamaan ini diambil dari karyanya, Walled Garden of Truth, yang ditulis sekitar tahun 1130.
(mif)