Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home masjid detail berita

Kisah Raja Namrudz: Waktu Bayi Dibuang Ibunya dan Disusui Macan Tutul

miftah yusufpati Rabu, 02 April 2025 - 17:30 WIB
Kisah Raja Namrudz: Waktu Bayi Dibuang Ibunya dan Disusui Macan Tutul
Namrudz bisa mengalahkan mereka sehingga dia bisa menguasai kerajaan di bumi dari timur hingga barat. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Raja Namrudz adalah musuh bebuyutan Nabi Ibrahim as. Waktu bayi sang raja adalah anak buangan. Dia dibesarkan dan disusui macan tutul.

Sejarawan Mesir yang paling penting pada zamannya, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas (1448-1522) dalam buku yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” menceritakan Sam, Ham, dan Yafits, anak-anaknya Nabi Nuh, dipencarkan menjadi tiga.

Orang-orang yang mendapat titel kenabian berasal dari keturunan Sam. Mereka menempati daerah Hijaz dan sekitarnya. Orang-orang yang mempunyai kekuatan berasal dari keturunan Ham. Mereka menempati daerah sebelah barat. Dan orang-orang yang memiliki sifat kesewenang-wenangan berasal dari keturunan Yafits. Mereka menempati daerah sebelah timur.

Ham mempunyai seorang anak yang bernama Kausy. Kausy memiliki anak yang bernama Kan’an dan Kan’an memiliki anak yang bernama Namrudz.

Kan’an adalah orang kuat yang senang berburu. Apabila dia berteriak kepada binatang-binatang buas atau binatang-binatang liar, maka binatang-binatang tersebut berjatuhan karena kerasnya teriakan Kan’an.

Dia menikah dengan seorang wanita yang kemudian mengandung Namrudz. Ketika masa kehamilannya sudah cukup wanita tersebut melahirkannya.

Baca juga: Kisah Nabi Nuh: Menjadi Bapak Kedua dan Membangun Kampung untuk 80 Orang Beriman

Bapak anak itu, Kan’an, berkata kepada wanita tersebut, “Anak ini terlahir akan membawa kejelekan. Bunuh saja atau buang saja ke tanah lapang agar dia mati.”

Wanita itu pun membawa Namrudz, dan melemparkannya ke tanah lapang di antara kumpulan sapi yang sedang merumput. Anehnya, semua sapi menjauhinya dan setiap kali ada binatang yang melihatnya, binatang itu kabur menjauhinya.

Akhirnya, ibunya datang mengambilnya. Sang ibu lalu membawanya dan melemparkannya ke sebuah sungai. Perempuan itu menyangka bayinya itu telah tenggelam, padahal kenyataannya anak tersebut terbawa arus sampai ke sebuah sumur dengan selamat.

Allah menundukkan seekor macan tutul betina untuk menyusuinya. Hal itu dilihat oleh penduduk suatu kampung, lalu mereka membawa anak tersebut dan mengurusnya. Mereka memberinya nama Namrudz.

Namrudz Membunuh sang Ayah dan Menjadi Raja

Menginjak usia remaja, Namrudz suka mengganggu orang-orang di jalan dan dia bisa menghimpun banyak orang menjadi pengikutnya.

Berita ini sampai ke telinga sang ayah, Kan’an. Hanya saja Kan’an tidak tahu bahwa itu anaknya. Maka, Kan’an mengumpulkan bala tentaranya, pergi untuk menemui Namrudz.

Baca juga: Kisah Nabi Nuh Marah: Mendoakan Keturunan Ham Hitam dan Terhina Menjadi Budak

Ketika Namrudz melihat pasukan yang datang kepadanya, dia mengerahkan orang-orang yang ada bersamanya. Terjadilah pertempuran dan Namrudz bisa menghancurkan pasukan Kan’an.

Kan’an penasaran mencari Namrudz. Namun Namrudz berhasil membunuhnya. Sampai ajalnya, Kan’an tidak mengetahui bahwa yang membunuhnya adalah anaknya.

Namrudz pun tidak mengetahui bahwa yang dibunuhnya itu adalah ayahnya. Akhirnya, tampuk kerajaan jatuh ke tangan Namrudz. Setelah itu, dia memerangi raja-raja yang ada di bumi.

Namrudz bisa mengalahkan mereka sehingga dia bisa menguasai kerajaan di bumi dari timur hingga barat.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)