LANGIT7.ID - Riyadh -
Arab Saudi mengutuk keras aksi Menteri Keamanan Nasional Israel,
Itamar Ben Gvir ke
Masjid Al-Aqsa baru-baru ini.
Dalam pernyataannya, Kerajaan menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap
hukum internasional dan norma-norma kemanusiaan.
Baca juga: Trump Dukung Serangan Israel, Gencatan Senjata Gaza Hancur BerantakanDiketahui, Ben Gvir mengunjungi kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem pada Rabu (2/4/2025) kemarin. Kunjungan tersebut dilakukan di bawah perlindungan pasukan polisi Israel, dengan mengusir jamaah dari situs suci bagi umat Muslim tersebut.
Seperti dilansir Saudi Gazette, Kamis (3/4/2025), Kerajaan juga mengutuk keras pasukan pendudukan Israel karena menargetkan sebuah klinik yang berafiliasi dengan Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara.
Pernyataan tersebut menyatakan kekhawatiran atas penargetan yang sedang berlangsung terhadap badan-badan PBB, organisasi kemanusiaan, dan pekerja bantuan yang beroperasi di wilayah Palestina.
“Kerajaan dengan tegas menolak segala tindakan yang merusak status historis dan hukum Yerusalem dan tempat-tempat sucinya,” kata pernyataan itu.
Baca juga: Lima Jurnalis Tewas dalam Serangan Israel di Gaza, Mobil Ditabrak hingga TerbakarKerajaan menyerukan tindakan internasional yang mendesak untuk melindungi lembaga-lembaga PBB dan personelnya, dan untuk mengakhiri apa yang digambarkannya sebagai “mesin perang” Israel, yang terus beroperasi dengan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan norma-norma internasional yang telah ditetapkan.
Selain itu, Kementerian Luar Negeri menekankan perlunya masyarakat internasional untuk meminta pertanggungjawaban otoritas Israel atas tindakan mereka, dengan memperingatkan bahwa pelanggaran yang terus berlanjut akan mengikis kredibilitas hukum internasional dan menghambat prospek perdamaian di kawasan tersebut.
“Kegagalan masyarakat internasional untuk mencegah pelanggaran ini mengancam keamanan dan stabilitas regional dan internasional,” tambah pernyataan itu.
(est)