LANGIT7.ID, Yogyakarta - Pekerjaan
Ustadz Sugiman sudah tak asing lagi di mata warga yakni penjual sayur keliling. Rutinitasnya bukan hanya dakwah dan mengajarkan anak-anak mengaji.
Menurut dia, mengajarkan anak-anak dan dakwah bukan lah pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian sebagai seorang Muslim, tanpa berharap imbalan.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, para dai mempunyai caranya masing-masing. Mulai dari bertani, memelihara kambing, hingga berdagang. Pekerjaan Ustadz Sugiman yakni berjualan sayur.
Baca Juga: Sholihin, 30 Tahun Mengabdi Jadi Guru meski Digaji Rp500.000Dai asal Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul ini sudah harus berada di pasar untuk berbelanja sayur selepas Subuh. Setelah itu dia keliling desa dengan motor menjajakan dagangannya ini.
"Untungnya alhamdulillah cukup untuk makan sehari-hari dan bayar listrik. Yang penting modal balik, meski untung enggak gede. Siang sudah pulang dan istirahat," kata Ustaz Sugiman.
Bagi Ustaz Sugiman, menjual sayuran pekerjaan utamanya. Baginya, mengajar mengaji saban sore hanyalah aktivitas yang ia orientasikan untuk ibadah. "Jadi santri yang ngaji, gratis," ujarnya.
Sumber: ACT(bal)