LANGIT7.ID, Makassar - Es Pisang Ijo, penganan khas Makassar, sangat cocok disantap saat cuaca panas. Apalagi setelah beraktivitas. Kue berbahan dasar pisang ini, mampu menyegarkan tenggorokan.
Jika disandingkan dengan kue tradisional lainnya, es pisang masih menjadi incaran pemburu kuliner di Kota Makassar. Selain rasanya yang gurih, kekentalan santan dan lembutnya terigu yang membalut pisang, menghadirkan rasa nikmat tersendiri. Penggemar pisang ijo bahkan bisa menghabiskan hingga dua biji.
Pisang ijo biasanya dicampur sirup DHT dan es batu. Kesegarannya cocok disantap pada siang hari. Apalagi setelah disibukkan dengan pekerjaan kantor, es pisang ijo mampu menenangkan pikiran.
Baca juga:
Enam Kuliner Singapura Ala Chef Martin PrajaTidak sulit mendapatkan kuliner yang satu ini, hampir semua masyarakat sering membuat pisang ijo di rumahnya, bahkan sudah banyak yang menawarkan di tepi jalan.
Bukan hanya itu, tamu-tamu yang datang dari luar Sulawesi,biasa menjadikannya sebagai oleh-oleh. Untuk oleh-oleh, Sahabat Langit7 bisa mengunjungi outlet pisag ijo bravo di Jalan Sultan Alauddin, sudah terkenal hampir di seluruh daerah di Indonesia. Warung yang berhadapan dengan kampus Unismuh ini, menjual pisang ijo dengan harga Rp25.000 satu porsi.
Pisang ijo bahkan sudah ada di berbagai daerah hanya saja rasanya yang berbeda sehingga masyarakat yang datang dari daerah luar, biasanya mencari kuliner ini.
Nah, jika kalian berkunjung ke Makassar, selain di Bravo, es pisang ijo bisa anda temukan di Warung Sentosa Jalan Penghibur atau di gerobak ijo.
Baca juga:
Nasu Palekko, Kuliner Pedas Khas Bugis yang Naik Daun
Salah seorang penggemar pisang ijo Zahra, menjelaskan banyak yang menjual pisang ijo dengan bentuk yang berbeda. Ada yang membuatnya dengan cara memasak tepung terigunya sampai matang, ada juga yang membuatnya seperti dadar dan ada yang hanya menyiram air panas, kemudian dia kukus kembali.
Sebenarnya kulit pisang ijo dimasak ataupun disiram air panas, sama saja. Biasanya enak tidaknya tergantung pada fla atau santannya.
“Kalau saya sendiri senangnya kulit pisang ijo disiram air panas, terus santannya agak kental,” katanya.
Penjual kue tradisional khas Makassar ini, juga mengatakan, harus lebih kental tidak perlu terlalu manis sebab nantinya akan dicampur dengan sirup. “Kalau saya gurih dan nikmatnya es pisang ijo itu pada kekentalan santannya,” katanya.
(sof)