LANGIT7.ID-Jakarta; Sekelompok aktivis Korea Selatan dari berbagai organisasi masyarakat sipil melakukan aksi protes terhadap Duta Besar Israel untuk Korea Selatan, Rafael Harpaz, pada Senin, 21 April 2025.
Aksi ini berlangsung di dekat Kedutaan Besar Israel di Seoul, setelah konferensi pers bertajuk "Pernyataan Penghentian Pertukaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korea-Israel oleh Profesional Sains dan Teknologi" digelar.
Dalam pernyataan resminya, aktivis dari kelompok seperti Urgent Action by S.Korean Civil Society in Solidarity with Palestine, Palestine Peace Solidarity (BDS Korea), dan Student Coalition for Palestine Korea mengecam keras tindakan Israel yang mereka sebut sebagai genosida terhadap rakyat Palestina.
Mereka juga menuntut dihentikannya segala bentuk kerja sama antara Korea Selatan dan Israel yang dianggap mendukung kebijakan tersebut.
Konfrontasi terjadi secara tak terduga saat para aktivis bertemu dengan Rafael Harpaz di sebuah restoran dekat kedutaan. Dalam video yang beredar di media sosial, salah seorang aktivis terlihat bertanya langsung kepada Harpaz, “Apakah Anda Duta Besar Israel di Korea, benar?” dengan nada menuntut.
Harpaz, yang baru menjabat sebagai duta besar sejak September 2024, tampak tidak nyaman dan memilih untuk tetap diam. Ia bahkan memanggil petugas keamanan untuk mengusir para aktivis dari lokasi tersebut.
Reaksi Publik dan Dukungan GlobalAksi ini menuai beragam tanggapan di media sosial. Seorang pengguna X, @AbuAliAlGhirasi, mengomentari video tersebut dengan menyebutkan bahwa tangan Harpaz terlihat gemetar, menunjukkan rasa gugup.
Sementara itu, akun @nuevoruzo menulis, “Tak ada satu menit pun yang damai bagi para pembunuh anak ini. Bebaskan Palestina!”
Dukungan serupa juga datang dari berbagai kalangan, termasuk @Charleschalloh6 yang membagikan gambar simbolis dua sosok mengenakan topi tradisional Asia dengan bendera Palestina, sebagai bentuk solidaritas.
(lam)