LANGIT7.ID-, London -
Inggris menjadi salah satu dari sejumlah negara yang resmi
mengakui negara Palestina pada Sidang Umum
PBB. Keputusan ini pun disambut baik oleh banyak pihak, termasuk The Muslim Council of Britain (MCB) atau
Dewan Muslim Inggris.
Organisasi ini pun mengingatkan, agar pemerintah Inggris tidak hanya berhenti di pengakuan saja, melainkan diimbangi dengan perbuatan, salah satunya dengan mengakhiri keterlibatan dalam kejahatan perang.
"Selama beberapa dekade, warga
Palestina dan sekutu mereka telah menyerukan pengakuan ini, dan hari ini kami mengakui langkah menuju keadilan yang telah lama dinantikan ini," ujar Sekretaris Jenderal Dewan Muslim Inggris, Wajid Akhter dalam keterangan tertulis di laman resmi
mcb.org.uk, dikutip Selasa (23/9/2025).
Namun, lanjutnya, pengakuan saja tidak dapat mengakhiri penderitaan jutaan
warga Palestina. Hak untuk bernegara dan menentukan nasib sendiri diabadikan dalam hukum internasional; hak ini tidak bersyarat, juga bukan alat tawar-menawar.
Setiap upaya untuk memberikan persyaratan pada pengakuan ini berisiko mereduksi keadilan menjadi sekadar isyarat simbolis, bahkan ketika warga Palestina di
Gaza menghadapi genosida dan penghancuran kehidupan sipil.
"Pengakuan memang disambut baik, tetapi kata-kata harus diimbangi dengan perbuatan. Publik Inggris tentu akan bertanya: bagaimana pengakuan dapat sejalan dengan penjualan senjata yang berkelanjutan, kerja sama militer, dan rekor perdagangan dengan Israel?," ujarnya.
Menurutnya, pengakuan sejati membutuhkan diakhirinya keterlibatan dalam kejahatan perang. Baik Mahkamah Internasional maupun komisi penyelidikan PBB baru-baru ini telah menemukan adanya dasar yang masuk akal untuk menyimpulkan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza.
Baca juga: Arab Saudi dan Prancis Satukan Dunia Dukung Negara Palestina, Israel-AS Kian TerpojokDengan latar belakang ini, pengakuan tanpa tindakan yang berarti berisiko memperkuat pemerintahan ekstremis sekaligus gagal memenuhi kewajiban internasional Inggris.
"Langkah ini seharusnya menandai awal, bukan akhir, dari tanggung jawab moral Inggris. Kami mendesak Pemerintah untuk menyertai pengakuan dengan tindakan nyata: penghentian segera semua penjualan senjata ke Israel, peninjauan ulang perjanjian perdagangan, dan dukungan penuh terhadap mekanisme peradilan internasional seperti ICJ dan ICC. Hanya dengan demikian pengakuan dapat memiliki makna yang sesungguhnya," tegas Akhter.
Sebelumnyam, pada kesempatan terpisah Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengumumkan keputusan atas pengakuan terhadap negara Palestina pada Minggu (21/9). Ia menegaskan, "Hari ini, demi menghidupkan kembali harapan perdamaian bagi Palestina dan Israel, serta solusi dua negara, Inggris secara resmi mengakui Negara Palestina."
Baca juga: Terbaru, Ada Lebih dari 145 Negara Akui Keberadaan Negara PalestinaKepala Misi Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, menyebut keputusan ini sebagai upaya memperbaiki "kesalahan masa lalu". Menurutnya, pengakuan itu adalah bentuk penghormatan pada hak menentukan nasib sendiri, sekaligus pengakuan bahwa perdamaian hanya bisa tercapai jika Palestina merdeka.
Untuk merayakan hal tersebut, misi Palestina di Inggris menggelar upacara khusus pada Senin dengan mengibarkan bendera Palestina di London, sehari setelah Inggris resmi mengakui negara Palestina.
Negara lain yang juga melakukan hal serupa dan lebih dahulu daripada Inggris yakni Australia dan Kanada.
Baca juga: Momen Haru di London, Palestina Kibarkan Bendera Usai Inggris Resmi Akui Negara Merdeka(lsi)