Ashanty Jalani Diet Ekstrem Puasa 120 Jam, Begini Kata Ahli Gizi
esti setiyowatiRabu, 30 April 2025 - 17:50 WIB
Ashanty baru-baru ini menjalani puasa panjang atau prolonged fasting selama 120 jam. Foto: Instagram/ashantyash.
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Ashanty baru saja selesai menjalankan puasa panjang atau prolonged fasting selama 120 jam. Lewah unggahan di Instagram miliknya, istri Anang Hermansyah ini menjelaskan tentang puasa yang dijalaninya.
"Alhamdulillah aku berhasil puasa lima hari (120 jam)," ujar Ashanty dalam unggahannya, dilihat Langit7.id pada Rabu (30/4/2025).
Prolonged fasting sendiri adalah puasa yang tidak mengonsumsi makanan selama lebih dari 24 jam atau antara 2 hingga 21 hari.
Pada Ashanty, ia menjalani puasa panjang ini selama 5 hari penuh. Dalam kesehariannya Ashanty hanya mengonsumsi green tea dan air putih saja.
"Aku hanya minum green tea yang 0 kalori dan juga mengonsumsi air putih setidaknya 2 liter per hari. Aku juga menambah konsumsi air garam, sekitar setengah liter, jadi totalnya sekitar 2,5 liter," sambungnya lagi.
Selama menjalani prolonged fasting, ibu dari Arsy Hermansyah dan Arsya Hermansyah ini mengaku kesulitan dan bukan menjadi beban.
Ia pun menjelaskan alasannya melakukan puasa panjang ini adalah untuk meningkatkan kesehatan tubuhnya.
Menurut Ashanty, prolonged fasting bisa menghilangkan 'moon face' atau wajah terlihat bengkak akibat efek samping obat steroid, yang sempat dikonsumsi untuk penyakit autoimun yang dideritanya.
Dokter spesialis gizi klinis, dr Nurul Ratna Mutu Manikam mengatakan, prolonged fasting mirip dengan puasa intermiten, yaitu puasa lama lebih dari 14 jam.
"Puasa jangka panjang biasanya dilakukan untuk mengurangi respons peradangan dalam tubuh," kata Nurul dikutip dari kanal Youtube Halosehat.
Nurul juga menjelaskan tujuan dari prolonged fasting, yaitu membatasi waktu makan, meningkatkan produksi benda keton sehingga tubuh akan menurunkan respons peradangan.
Benda keton sendiri merupakan hasil akhir dari metabolisme lemak yang bisa memberikan manfaat untuk menurunkan berat serta anti aging.
Namun, Nurul menekankan bahwa tidak setiap orang boleh menjalani prolonged fasting. Ada beberapa orang yang tidak disarankan untuk melakukannya antara lain penderita diabetes, orang memiliki gangguan ginjal, gangguan hati, penyakit lambung dan komorbid berat lainnya.
Lebih lanjut Nurul mengatakan orang yang tidak memiliki penyakit kronis seperti di atas, ia menyarankan untuk tetap memeriksa kesehatan sebelum menjalankan puasa 120 jam.
"Basis ilmiahnya berdasarkan penelitian juga belum konklusif, jadi baiknya cek kesehatan dulu sebelum mengadaptasi metode prolonged fasting." imbau dr Nurul.
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.