Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Babe Haikal: Halal Telah Bertransformasi dari Masalah Agama ke Ekonomi

esti setiyowati Senin, 19 Mei 2025 - 14:04 WIB
Babe Haikal: Halal Telah Bertransformasi dari Masalah Agama ke Ekonomi
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan atau Babe Haikal saat menghadiri Kazan Forum 2025 di Republik Tatarstan, Federasi Rusia pada 13-18 Mei 2025. Foto: BPJPH
LANGIT7.ID-, Kazan - - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan menegaskan bahwa halal bukan hanya milik umat Muslim.

Pernyataan tersebut ditegaskan Ahmad Haikal Hasan di gelaran internasional "Russia Islamic World" Kazan Forum 2025" di Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia.

Di acara tersebut, Babe Haikal menjadi salah satu narasumber. Ia berbicara tentang "Halal Industry Strategi" dengan tema Global Halal Economic Potential (Strategy to Create a Halal Ecosystem).

Baca juga: Babe Haikal: Skincare Wajib Bersertifikasi Halal Mulai 2026

"Halal memang bukan hanya milik umat Islam, halal sesungguhnya milik semua orang," kata pria yang kerap disapa Babe Haikal ini, dikutip Senin (19/5/2025).

Babe Haikal itu juga memaparkan tentang mekanisme rekognisi Russian Halal Certification Bodies and berbagai potensi yang dapat dikerjasamakan.

"Halal telah bergeser dan bertransformasi tidak hanya dari masalah agama, tetapi juga masalah ekonomi. Halal adalah simbol peradaban modern, simbol kesehatan, simbol kebersihan, simbol transparansi, simbol kesejahteraan hewan, simbol keterlacakan, dan simbol kepercayaan," lanjut Babe Haikal di acara yang berlangsung pada 13-18 Mei 2025 tersebut.

Lebih lanjut, Babe Haikal menegaskan pentingnya kolaborasi internasional untuk menciptakan standar halal yang kredibel dan saling diakui.

Ia juga memaparkan pengalaman Indonesia dalam membangun ekosistem jaminan produk halal, dimulai melalui berdirinya lembaga halal dibawah otoritas pemerintah yaitu BPJPH melalui UU 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal, sampai dengan bagaimana mengimplementasikan sistem informasi halal atau Sihalal terintegrasi yang menyediakan layanan sertifikasi halal bagi dan dapat diakses, baik domestik maupun internasional.

"Saat ini kita memiliki perbedaan standardisasi halal di seluruh dunia, tapi kita bisa memulai untuk memiliki "mindset" standard halal global yang saling diakui oleh negara-negara anggota OKI. Kita harus memiliki pemikiran yang sama tentang ini, karena jika kita mau menjadi pemenang dalam halal industri, kita harus bersama-sama, tidak terpisah atau masing-masing". lanjutnya.

Baca juga: Pengajian Strategis Industri Halal ISNU Jatim, Begini Pesan-Pesan Penting Babe Haikal

Menurutnya, kolaborasi yang kuat dan sehat antar negara OKI diperlukan untuk segera menyusun standar halal global tersebut, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

"Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki visi untuk menjadi pusat produsen halal global. Melalui BPJPH, kami terus mendorong penguatan dan harmonisasi standardisasi halal agar produk halal semakin kompetitif di pasar internasional," ujar Ahmad Haikal Hasan.

Di forum tersebut, ia juga menjelaskan tentang bagaimana proses saling pengakuan dan keberterimaan Sertifikat Halal antara BPJPH dengan lembaga halal luar negeri (LHLN) negara lain, baik LHLN pemerintah maupun swasta.

Forum internasional ini menjadi momentum penting bagi BPJPH untuk memperkenalkan potensi besar Indonesia dalam industri halal, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam pengembangan standar halal internasional.

Selain menjadi narasumber, Kepala BPJPH juga melakukan pertemuan bilateral dengan lembaga sertifikasi halal dari Arab Saudi, Rusia, serta negara-negara OKI lainnya.
Pertemuan ini bertujuan memperluas kerja sama saling pengakuan sertifikasi halal (mutual recognition agreement) serta memperkuat jejaring industri halal global.

Pertemuan bilateral BPJPH dengan Saudi Halal Center, Arab Saudi, maupun RussAccreditation & RussQuality, Rusia, membahas tentang kelanjutan implementasi kerja sama (MoU) antara BPJPH dengan RussAccreditation yang telah ditandatangani pada acara Indonesia-Russia Joint Commission on Trade Economic & Technical Cooperation di gd. A. A Maramis II Kementerian Keuangan, 15 April 2025 lalu.

Baca juga: Babe Haikal Jawab Protes Almaz Fried Chicken yang Bayar Sertifikat Halal Miliaran Rupiah

Kazan Halal Forum 2025 yang menjadi ajang strategis bagi negara-negara anggota OKI dan mitra global lainnya dalam penguatan ekonomi halal dunia tersebut menggelar sekitar 120 sesi tematik yang membahas berbagai topik, seperti industri halal, pembiayaan berbasis kemitraan, pariwisata, transportasi, dan lainnya.

Forum ini bertujuan untuk memperkuat hubungan perdagangan, ekonomi, ilmiah, teknis, pendidikan, sosial, dan budaya antara Rusia dan negara anggota OKI serta non-anggota OKI lainnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)