Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 12 Maret 2026
home masjid detail berita

Al-Quran: Makan Minumlah dan Jangan Berlebih-lebihan

miftah yusufpati Rabu, 04 Juni 2025 - 05:45 WIB
Al-Quran: Makan Minumlah dan Jangan Berlebih-lebihan
akanlah apa yang telah diberikan Allah kepadamu dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, sesungguhnya dia adalah musuhmu yang sangat nyata. Ilustrasi: FNB Buzz
LANGIT7.ID- Prof Dr M Quraish Shihab mengatakan thayyib dalam konteks makanan adalah makanan yang sehat, proporsional, dan aman. Tentunya, sebelum itu, makanan tersebut harus halal.

Menurutnya, mengharamkan yang baik dan halal mengandung arti mengurangi kebutuhan, sedang “melampaui batas” berarti melebihkan dari yang wajar.

"Demikian, Al-Qur’an dalam uraiannya tentang makan menekankan perlunya sikap proporsional tersebut," ujar Quraish dalam bukunya berjudul "Wawasan Al-Quran" .

Makna terakhir ini sejalan dengan ayat lain yang petunjuknya lebih jelas, yaitu: "Makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (QS Al-A’raf [7]: 31).

Rasul menjelaskan bahwa: "Termasuk berlebih-lebihan adalah bila Anda makan apa yang Anda tidak ingini."

Dalam hadis lain, Rasul Saw. mengingatkan: "Tidak ada yang dipenuhkan manusia lebih buruk daripada perut. Cukuplah bagi putra Adam beberapa suap yang dapat menegakkan tubuhnya. Kalaupun harus (memenuhkan perut), hendaklah sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk pernapasan." (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban, serta At-Tirmidzi melalui sahabat Nabi Miqdam bin Ma’d Karib).

Baca juga: Pesan-Pesan Al-Qur’an Mengenai Makanan: Halal dan Thayyib

Makanan tayyib juga berarti aman. Menurut Quraish, tuntunan perlunya makanan yang aman, antara lain dipahami dari firman Allah dalam surat Al-Ma’idah (5): 88 yang menyatakan: "Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya."

Dirangkaikannya perintah makan di sini dengan perintah bertakwa menuntun dan menuntut agar manusia selalu memperhatikan sisi takwa yang intinya adalah berusaha menghindar dari segala sesuatu yang dapat mengakibatkan siksa dan terganggunya rasa aman.

Takwa dari segi bahasa berarti “keterhindaran”, yakni keterhindaran dari siksa Tuhan, baik di dunia maupun di akhirat.

Siksa Tuhan di dunia adalah akibat pelanggaran terhadap hukum-hukum (Tuhan yang berlaku di) alam ini, sedang siksa-Nya di akhirat adalah akibat pelanggaran terhadap hukum-hukum syariat. Hukum Tuhan di dunia yang berkaitan dengan makanan, misalnya: siapa yang makan makanan kotor atau berkuman, maka dia akan menderita sakit.

Penyakit—akibat pelanggaran ini—adalah siksa Allah di dunia. Jika demikian, maka perintah bertakwa pada sisi duniawinya dan dalam konteks makanan menuntut agar setiap makanan yang dicerna tidak mengakibatkan penyakit atau dengan kata lain memberi keamanan bagi pemakannya. Ini tentu di samping harus memberinya keamanan bagi kehidupan ukhrawinya.

Baca juga: Makanan Olahan: Kisah Larangan Khamar secara Berangsur 3 Tahap

Penggalan surat An-Nisa’ (4): 4 mengingatkan: "Makanlah ia dengan sedap lagi baik akibatnya" (QS An-Nisa’ [4]: 4).

Ayat ini, walaupun tidak turun dalam konteks petunjuk tentang makanan, tetapi penggunaan kata akala yang pada prinsipnya berarti “makan” dapat dijadikan petunjuk bahwa memakan sesuatu hendaknya yang sedap serta berakibat baik.

Pada akhirnya kita dapat menyimpulkan pesan Allah tentang makan dan makanan dengan firman-Nya dalam surat Al-An’am (6): 142 setelah menyebut berbagai jenis makanan nabati dan hewani "Makanlah apa yang telah diberikan Allah kepadamu dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, sesungguhnya dia adalah musuhmu yang sangat nyata."

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 12 Maret 2026
Imsak
04:33
Shubuh
04:43
Dhuhur
12:06
Ashar
15:11
Maghrib
18:10
Isya
19:19
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)