LANGIT7.ID-Pontianak; Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (UKM) bekerja sama dengan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Cabang Pontianak mendorong pelaku UMKM untuk memperkuat kapasitas usaha lewat inovasi produk dan literasi keuangan.
Workshop yang digelar di Pontianak ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi UMKM Kalbar menjadi lebih profesional dan berorientasi pasar. Dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM dibekali pemahaman tentang pentingnya kreativitas, inovasi produk, serta adaptasi terhadap kebutuhan konsumen yang terus berkembang.
"UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja. Kami di Jamkrindo Cabang Pontianak sangat memahami pentingnya memperkuat sektor ini, salah satunya melalui program literasi keuangan dan inovasi produk," kata Pimpinan PT Jamkrindo Cabang Pontianak, Prita Widy Wardani dalam keterangannya, dikutip Rabu (18/6/2025).
Ia menjelaskan bahwa sebagai bagian dari holding Indonesia Financial Group (IFG), Jamkrindo terus menjalankan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan fokus pada penguatan usaha UMKM secara menyeluruh.
"Melalui pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan dan akses layanan keuangan, diharapkan UMKM dapat menyusun laporan keuangan secara transparan, mengakses pembiayaan secara bijak, serta memperkuat usahanya secara mandiri dan berkelanjutan," ujarnya.
Prita berharap kegiatan ini bisa menjadi bekal strategis bagi pelaku UMKM agar dapat berkembang secara berkelanjutan dan mampu menghadapi persaingan pasar.
"Semoga kegiatan ini menjadi bekal yang bermanfaat bagi UMKM Kalbar agar lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing tinggi," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalbar, Junaidi, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan BUMN dalam mendorong keberlanjutan UMKM. Ia menyebut pelaku UMKM sebagai ujung tombak ekonomi nasional.
"UMKM berkontribusi terhadap lebih dari 61 persen pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, pemerintah tidak lagi menyebut mereka ‘pelaku’ UMKM, tapi menyebutnya sebagai ‘pejuang’ atau ‘pengusaha’ UMKM," ucap Junaidi.
Ia juga menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dari komitmen bersama untuk memperkuat daya saing UMKM Kalbar di tengah tantangan global.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan UMKM di Kalbar," kata Junaidi.
Workshop tersebut diikuti oleh puluhan pelaku UMKM dari berbagai daerah di Kalbar, dan menjadi langkah konkret dalam membangun UMKM yang kuat, kreatif, dan tangguh menghadapi perubahan zaman.
(lam)