LANGIT7.ID-, Jakarta - - Ketua
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim menilai Indonesia bisa menjadi negara yang mendorong dibukanya blokade Gaza oleh Israel.
Salah satu caranya dengan memfasilitasi dan memediasi aksi
long march to Gaza yang saat ini tertahan di Mesir dan Libya.
Baca juga: Zaskia Adya Mecca Ungkap Kondisi Mencekam Menuju Global March to Gaza“Langkah yang bagus jika Indonesia bisa menjadi negara yang memediasi dan sekaligus mendorong agar
blokade Israel dibuka segera," kata Sudarnoto dalam pernyataan tertulis, dikutip Rabu (18/6/2025).
Ia mengatakan aksi ini sebagai bentuk perlawanan masyarakat sipil internasional pada politik blokade Israel.
Sudarnoto menilai, blokade tidak beradab Israel telah mengorbankan, membunuh, dan menghancurkan warga sipil secara keseluruhan untuk kemudian menguasai seluruh wilayah Palestina.
Ia pun mengapresiasi para peserta long march to Gaza meneriakkan untuk membuka blokade Israel.
"Saya sangat mengapresiasi kepada seluruh peserta long march yang telah dengan teguh dan berani berusaha membuka blokade Israel ini," ucapnya.
Sudarnoto berharap agar semua pihak yang berpandangan Israel adalah penghancur kemanusiaan dan perusak kedaulatan sepatutnya memberikan dukungan terhadap gerakan long march tersebut.
Baca juga: Aktivis Muda Dunia Ini Nekat Berlayar ke Gaza, Tantang Blokade Israel Lewat LautLebih lanjut Sudarnoto menyoroti penahanan peserta long march to Gaza di Mesir dan Libya.
Dirinya menyatakan bahwa langkah penghentian dan deportasi merupakan otoritas dua negara tersebut, di mana peserta aksi harus mengikuti peraturan yang berlaku di dua negara tersebut.
Hanya saja, mengingat krisis kemanusiaan yang terjadi, Sudarnoto mendorong agar Mesir dan Libya memberikan kemudahan.
"Akan tetapi, mengingat kedaruratan atas krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza sebaiknya baik Mesir maupun Libya memberikan pelayanan dan sekaligus kemudahan agar Long March to Gaza bisa diberlangsungkan," lanjutnya.
Dia pun menyadari, aksi Long March to Gaza pastilah berisiko tinggi, seperti juga cara-cara lain yang dilakukan terutama pendekatan militer.
“Sudah dipastikan Israel akan merasa sangat terganggu jika long march ini berhasil dilakukan,” pungkas Sudarnoto.
Baca juga: Krisis Pangan Gaza Memburuk Setelah Enam Minggu Blokade Israel(est)