LANGIT7.ID-Jakarta; Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa dirinya akan bersikap "sangat tegas" saat bertemu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pekan depan untuk membahas akhir dari perang di Gaza.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat mengunjungi pusat penahanan imigran di Florida, bersamaan dengan komentarnya sebelumnya yang menyebut bahwa ia berharap akan ada gencatan senjata dalam konflik yang sudah berlangsung hampir 21 bulan itu “sekitar pekan depan”.
Trump dijadwalkan menjamu Netanyahu di Gedung Putih pada 7 Juli. Sementara itu, selesainya perang 12 hari antara Israel dan Iran disebut telah membuka peluang baru untuk menghentikan serangan di Gaza.
Baca juga: Sejumlah Perusahaan Global Disorot PBB karena Dukung Operasi Israel, Palestina TerdampakPertempuran yang nyaris tak henti-henti di wilayah Palestina sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 ke Israel, telah menciptakan krisis kemanusiaan serius bagi lebih dari dua juta penduduk di Gaza.
Ketika ditanya wartawan hari Selasa soal kemungkinan gencatan senjata bisa terjadi sebelum kunjungan Netanyahu, Trump menjawab, “Kami berharap itu bisa terjadi, dan kami mengupayakan agar itu bisa terjadi sekitar minggu depan,” ujarnya sebelum berangkat ke Florida.
Trump sebelumnya memang sudah pernah mendesak Israel untuk “membuat kesepakatan di Gaza.” Namun kenyataannya, Israel masih terus melakukan serangan di berbagai wilayah Palestina.
Baca juga: Palestina Diterpa Serangan Baru, Upaya Gencatan Senjata Masuk ke Meja WashingtonBerakhirnya konflik singkat Israel-Iran—yang sempat diawali serangan udara AS ke fasilitas nuklir Iran—dianggap sebagai celah diplomatik baru. Trump, yang dikenal kerap membanggakan deretan kesepakatan damai sebelumnya, tampaknya ingin menambah satu lagi ke daftar tersebut.
Saat berada di pusat penahanan imigran, Trump kembali ditanya seberapa tegas dirinya nanti terhadap Netanyahu terkait perang Gaza. Ia menjawab singkat, “Sangat tegas.”
“Tapi dia juga menginginkannya… Dia juga ingin mengakhirinya,” tambah Trump, menyiratkan bahwa Netanyahu juga berharap konflik segera usai.
Kunjungan Senin depan akan menjadi yang ketiga bagi Netanyahu sejak Trump kembali menjabat pada Januari lalu. Ini juga terjadi tak lama setelah Trump membuat manuver langka di politik dalam negeri Israel.
Akhir pekan lalu, Trump bahkan sempat mengancam akan menahan bantuan AS ke Israel. Lewat unggahan di media sosial, ia menyerukan agar jaksa di Israel menghentikan dakwaan korupsi terhadap Netanyahu yang sudah lama bergulir.
Menariknya, Netanyahu adalah pemimpin luar negeri pertama yang mengunjungi Trump setelah kembali berkuasa, yakni pada Februari lalu. Saat itu, Trump mengejutkan semua pihak dengan menyampaikan rencana AS untuk “mengambil alih” Gaza.
Netanyahu kemudian datang lagi pada bulan April.
(lam)