Langit7, Jakarta - Ikan hias kian diminati oleh kalangan pehobi. Terbukti permintaan ikan hias di pasar juga masih terus mengalami kenaikan.
Hal itu bisa dilihat dari menjamurnya penjual ikan hias yang menjajakan dagangannya secara kaki lima, baik menggunakan sepeda atau melapak di pinggir jalan. Banyak jenis ikan hias yang diminati oleh kalangan pehobi ikan, salah satunya ialah ikan guppy.
Ikan hias bertubuh kecil ini cukup diminati karena kecantikan tubuh dan ekornya memiliki beragam warna. Selain itu, ikan guppy juga terbilang cukup mudah dalam perawatan dan memiliki daya tahan tubuh lebih dibandingkan jenis ikan hias kecil lainnya.
Baca juga: Wapres Ajak Investor Global untuk Investasi Industri Halal di IndonesiaSeperti yang dilakukan oleh muslim asal Kediri, Agung, yang mengaku termotivasi menjadi pebudi daya ikan guppy karena biaya perawatannya yang mudah dan murah. Selain itu, pasaran ikan hias juga masih cukup baik.
Pemilik Usaha Guppies Family ini membudidayakan ikan guppynya dengan menggunakan kolam terpal dan beton, dengan total sebanyak 17 kolam. Dengan begitu ia mampu mendapatkan hasil panen berlimpah karena guppy yang bisa dijadikan koloni dalam satu kolam.
“Kalau terkadang sepi yang ngambil ke sini, biasanya kita masukkan marketplace. Tapi karena modal dan perawatannya lebih murah, maka tingkat risiko kerugian kita juga kecil,” ujarnya dikanal Youtube Magenta Inspirasi.
Agung mengaku, usahanya bahkan tidak begitu mendapatkan dampak negatif di masa pandemi Covid-19 selama ini. Justru, kata dia, permintaan guppy di pasar semakin banyak, dikarenakan sempat diberlakukannya masa PPKM Level 4 di hampir seluruh daerah di tanah air.
“Sempat kan banyak yang beralih menjadi wirausaha ketika pandemi, karena mendapati pemutusan hubungan kerja. Mereka biasanya banyak ambil di sini,” ujarnya.
Perkembangan usahanya ini pun terbilang cukup stabil. Pasalnya Agung tidak lagi perlu repot menyetorkan ikan guppynya kepada toko terdekat, karena kebanyakan pedagang mengambil langsung ke Guppies Family.
Baca juga: Boyong 27 Penghargaan Subroto, PLN Dorong Perdagangan Karbon Untuk Penurunan EmisiSelain pedagang dari Kediri dan Jombang, Agung juga melayani penjualan ikan guppynya secara satuan. Dengan begitu, ia mampu mendapatkan omzet sekitar Rp7-10 juta per bulan.
Sementara untuk modal indukan ketika memulai budi daya guppy, menurutnya tidak terlalu mahal. Namun, terkait biaya peralatan lain, seperti kolam, dan mesin filtrasinya yang memakan cukup biaya.
Menurutnya, untuk modal kolam terpal di tempatnya itu menghabiskan dana sekitar Rp10 juta, sementara untuk kolam betonnya bisa memakan biaya hingga Rp20 juta.
“Kalau kita mau meningkatkan penjualan, harus berbaur dengan sesama pecinta dan pehobi guppy. Saya biasanya gabung ke dalam grup facebook untuk sekadar sharing atau pun mengunggah jualan saya,” katanya.
(zul)